AMANKAN — Personel Polres Mimika mengamankan sejumlah senjata berupa busur, anak panah dan senjata tajam saat patroli di Distrik Kwamki Narama, Selasa (1/9/2026) malam. (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Polres Mimika meningkatkan patroli dan razia senjata tajam (sajam) serta benda berbahaya di sejumlah wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk Distrik Kwamki Narama, Selasa (1/9/2026) malam.

Patroli dipimpin Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., bersama personel gabungan. Patroli menyusuri sejumlah titik mulai dari Jalan Trans Nabire hingga Kwamki Narama.

Dalam kegiatan tersebut, polisi menemukan sejumlah warga yang membawa busur, anak panah dan senjata tajam.

Sajam tersebut kemudian diamankan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan.

Dari hasil patroli dan razia, polisi mengamankan 11 busur, 115 anak panah, tiga parang dan satu pucuk senapan angin.

Kapolres Mimika mengatakan, patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah konflik antarkelompok di Kwamki Narama meluas serta mengantisipasi tindak pidana yang dapat terjadi di tengah situasi keamanan yang masih rawan.

“Saat patroli Kita menemukan beberapa kumpulan masyarakat yang membawa busur dan panah. Namun, ada juga yang melarikan diri,” ujar Alredo.

Saat patroli berlangsung, kendaraan operasional Polres Mimika juga sempat menjadi sasaran pelemparan batu dan anak panah ketika memasuki salah satu ruas jalan di Kwamki Narama.

Akibatnya, kaca salah satu kendaraan mengalami kerusakan.

Menurut Alredo, peningkatan patroli dan razia dilakukan untuk mencegah konflik antara kelompok Noap Dang dan Newegalen meluas.

“Razia ini dalam rangka upaya pencegahan perang antara kubu Noap Dang dengan Newegalen. Kita juga melakukan upaya pencegahan terjadinya kriminalitas, termasuk pembunuhan, yang dalam beberapa hari ini terjadi dari kedua kubu,” jelasnya.

Polres Mimika memastikan patroli dan razia akan terus ditingkatkan sesuai perkembangan situasi keamanan.

Polisi juga akan melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam tindak pidana.

“Kita akan rutin terus. Ini akan menjadi suatu kegiatan rutin yang ditingkatkan. Selain razia, kita juga akan terus melakukan upaya-upaya penangkapan terhadap pelaku-pelaku pembunuhan,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak membawa, menyimpan maupun menggunakan senjata tajam, busur, anak panah atau benda lain yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing. (via)