SIAGA KARHUTLA – Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak memimpin apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis (27/8/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sebanyak 275 personel gabungan disiagakan untuk menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Mimika tahun 2026.
Personel tersebut terdiri dari unsur TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Satpol PP, SAR Timika, dan Dinas Kesehatan Mimika.
Kesiapsiagaan ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kamis (27/8/2026).
Apel tersebut dihadiri Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Teuku Jozanda, Kajari Mimika Dr. I Putu Eka Suyantha, Kakansar Timika I Wayan Suyatna, serta sejumlah tamu undangan.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo A. Rumbiak mengatakan apel gelar pasukan menjadi bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi potensi Karhutla.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana, tetapi juga memperkuat sinergi lintas sektor agar setiap potensi Karhutla dapat ditangani secara cepat dan terpadu.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektoral, sehingga setiap potensi Karhutla dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, terpadu, dan terukur,” ujarnya.
Kapolres menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Papua Tengah telah memasuki musim kemarau sejak awal Juni 2026.
Puncak musim kemarau diprakirakan berlangsung pada Agustus hingga September.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan dan risiko Karhutla, terutama di kawasan hutan, perkebunan, lahan pertanian, serta wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Karhutla, kata dia, dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan dan ekosistem, kabut asap yang mengganggu kesehatan, hingga terganggunya aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
Untuk memperkuat penanganan, Polres Mimika juga akan membentuk Posko Terpadu Karhutla yang nantinya menjadi pusat koordinasi sekaligus menerima laporan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan.
“Untuk lokasi posko akan kita bahas bersama. Yang jelas, posko ini mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.
Terkait kondisi asap di Timika, Alfredo mengatakan sejauh ini masih dalam kategori aman.
Berdasarkan pantauan BMKG, jarak pandang di wilayah Mimika masih sekitar 4.000–5.000 meter.
“Sejauh ini wilayah Mimika masih dalam kondisi aman. Walaupun sudah nampak sedikit, jarak pandang masih sekitar 4.000–5.000 meter, jadi masih kategori aman,” pungkasnya. (via)


























Tinggalkan Balasan