PERTEMUAN – Personel Polres Mimika menggelar pertemuan bersama keluarga almarhum Jaren Wamang Magai di Mapolsek Kwamki Narama, Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari pendekatan persuasif kepolisian untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif pasca peristiwa pembunuhan. (FOTO:IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Polres Mimika terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada keluarga almarhum Jaren Wamang Magai guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Pertemuan berlangsung di Mapolsek Kwamki Narama, Selasa (4/8/2026) malam, dipimpin Kabag Ops Polres Mimika Kompol Hendri A. Korwa, didampingi Kasat Samapta Iptu Frengky Tethool dan Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki.

Dialog tersebut juga dihadiri keluarga almarhum serta tokoh masyarakat.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengajak keluarga korban dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta mengimbau warga tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas.

“Kami meminta keluarga mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian. Identitas sejumlah pihak yang diduga terlibat telah kami kantongi dan kasus ini akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus tersebut merupakan tindak pidana murni sehingga tidak perlu dikaitkan dengan konflik antarkelompok.

Menurutnya, sebelumnya telah ada kesepakatan damai yang ditandatangani oleh tokoh dari kedua belah pihak.

Dalam pertemuan itu, keluarga korban menyampaikan beberapa harapan, di antaranya agar bantuan bahan makanan disalurkan langsung ke rumah duka serta meminta pagar yang dibangun oleh Kelompok Newegelan segera dibongkar.

Menanggapi hal tersebut, Iptu Yusak memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Ia juga mengajak seluruh warga tetap menjaga situasi yang aman dan damai.

“Saat ini kondisi kamtibmas di Distrik Kwamki Narama aman dan kondusif. Kami mengimbau seluruh masyarakat tetap menahan diri, menjaga persatuan, serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya. (via)