Berlince Waker (kiri), siswi kelas XI IPA 1 SMA Sentra Pendidikan
TIMIKA, timikaexpress.id – Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Sentra Pendidikan SP5 Mimika, Selasa (21/4/2026), bukan sekadar agenda seremonial.
Bagi ratusan siswa yang belajar dan tinggal di kawasan pendidikan tersebut, kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu menghadirkan harapan baru, bahwa mereka dilihat, didengar, dan diperhatikan.
Sejak pagi, suasana di lingkungan sekolah tampak berbeda.
Barisan siswa rapi, wajah-wajah penuh antusias, hingga sorak kecil yang tak tertahan saat rombongan Wapres tiba, menggambarkan betapa langkanya momen ini bagi anak-anak di wilayah yang selama ini kerap berada di pinggiran akses pembangunan.
Di antara mereka, Berlince Waker, siswi kelas XI IPA 1 SMA Sentra Pendidikan, menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak emosional dari kunjungan tersebut.
Dengan suara bergetar namun penuh keyakinan, ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.
“Kami sangat senang karena Bapak Wakil Presiden datang melihat kami, anak-anak Papua. Ini momen yang tidak akan kami lupakan,” ujarnya.
Bagi Berlince dan teman-temannya, kunjungan ini bukan hanya tentang bertemu pejabat tinggi negara.
Lebih dari itu, ini adalah pengakuan bahwa mereka, anak-anak dari wilayah pesisir hingga pegunungan, memiliki tempat dalam peta besar pembangunan pendidikan nasional.
Lebih dari Sekadar Kunjungan
Sentra Pendidikan SP5 Mimika sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan bagi anak-anak asli Papua, khususnya dari suku Amungme, Kamoro, dan suku kekerabatan lainnya.
Banyak dari siswa yang tinggal di asrama, jauh dari keluarga, demi mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
Dalam konteks itu, kehadiran Wapres membawa pesan simbolik yang kuat: negara hadir hingga ke ruang-ruang belajar di wilayah timur Indonesia.
Berlince mengungkapkan, perhatian yang ditunjukkan pemerintah melalui kunjungan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi para siswa untuk terus mengejar cita-cita.
“Kami jadi lebih semangat belajar. Kami merasa diperhatikan dan didukung,” katanya.
Bantuan yang Bermakna
Tak hanya menyapa, Gibran Rakabuming Raka juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti buku, tas, dan botol minum.
Bagi sebagian siswa, bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi penunjang penting dalam aktivitas belajar sehari-hari.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu kami,” kata Berlince.
Di wilayah dengan tantangan akses dan keterbatasan fasilitas, dukungan sederhana seperti ini dapat memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan pendidikan siswa.
Membangun Mimpi dari Timur
Kunjungan ini juga mempertegas arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua.
Pendidikan menjadi pintu utama untuk membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda.
Namun di balik optimisme itu, masih ada pekerjaan rumah besar: pemerataan fasilitas, peningkatan kualitas tenaga pengajar, hingga keberlanjutan program pendidikan berbasis asrama.
Meski demikian, bagi para siswa, momen bertemu langsung dengan Wakil Presiden telah menanamkan sesuatu yang lebih dalam, kepercayaan diri.
“Kami berharap Bapak selalu sehat dan terus memperhatikan pendidikan di Papua,” ujar Berlince.
Di halaman sekolah yang sederhana itu, harapan-harapan kecil tumbuh.
Dari Mimika, suara anak-anak Papua pelan-pelan menemukan jalannya, menuju masa depan yang mereka impikan. (*)









Tinggalkan Balasan