Ketua Panitia Lokarya, J Sudrijanta, S.J (FOTO:YUDITH SANGGU)
TIMIKA, timikaexpress.id – Lokakarya Pendidikan Dasar dan Menengah yang digelar Keuskupan Timika pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn Timika menjadi langkah awal reformasi pendidikan Katolik di Tanah Papua.
Kegiatan ini diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengelola sekolah, guru, kepala sekolah, pimpinan gereja, hingga perwakilan keuskupan dari berbagai wilayah di Papua.
Lokakarya tersebut difokuskan pada upaya membenahi kualitas 144 satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, termasuk tarekat religius seperti Serikat Yesus (SJ), Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ), Ordo Santo Agustinus (OSA), dan Ordo Fransiskan (OFM).
Kehadiran lintas elemen ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam merumuskan solusi atas persoalan pendidikan di Papua.
Ketua Panitia, J Sudrijanta, S.J mengatakan bahwa lokakarya ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mencari terobosan dalam menghadapi krisis pendidikan yang telah berlangsung cukup lama.
“Fokus kita saat ini adalah membenahi pendidikan dasar dan menengah agar fondasinya kuat. Ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Melalui forum ini, peserta diajak untuk memetakan persoalan, mengevaluasi sistem yang berjalan, serta merumuskan strategi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua.
Selain digelar secara luring, kegiatan ini juga disiarkan secara daring agar dapat menjangkau lebih banyak pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan di Papua.
Lokakarya ini diharapkan menjadi titik awal perubahan menuju sistem pendidikan Katolik yang lebih berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman di Tanah Papua. (*)









Tinggalkan Balasan