Bupati Mimka Johannes Rettob (FOTO:ANTARA)
TIMIKA, timikaexpress.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah mendorong pelaku usaha perikanan untuk kembali menggiatkan ekspor hasil laut ke pasar internasional, seiring dibukanya kembali rute penerbangan Garuda Indonesia Timika–Denpasar.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan komoditas unggulan seperti kepiting bakau, udang, dan ikan sebelumnya pernah menembus pasar luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang.
Namun aktivitas ekspor tersebut terhenti sejak pandemi COVID-19 pada 2020, terutama setelah ditutupnya rute penerbangan langsung Timika–Denpasar yang menjadi jalur distribusi utama.
“Dulu pengiriman kepiting bakau dari Timika ke Denpasar berlangsung setiap hari, bahkan bisa langsung diekspor ke Singapura dan Malaysia karena waktu tempuh relatif singkat. Setelah rute ini ditutup, ekspor ikut terhenti karena tidak efisien,” ujar Rettob.
Menurutnya, hasil laut asal Mimika memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati pasar, termasuk restoran di Bali dan Jakarta.
Dengan kembali beroperasinya rute penerbangan tersebut empat kali sepekan, Pemkab Mimika berharap distribusi hasil laut menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga mampu mendorong ekspor kembali tumbuh.
“Kami berharap ekspor hasil laut dari Mimika bisa hidup kembali. Kami juga telah menjajaki kerja sama dengan pengusaha di luar negeri,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya pelaku usaha di Mimika juga pernah mengekspor udang ke Jepang, yang menunjukkan potensi besar sektor perikanan daerah tersebut di pasar global.
Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Branch Office Timika, Kharisma Pujangga, mengatakan pengoperasian kembali rute Timika–Denpasar bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah Papua Tengah serta mendukung mobilitas pariwisata dan bisnis.
“Rute ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan penerbangan yang lebih cepat dan efisien,” ujarnya. (ant)














Tinggalkan Balasan