DEMO – Suasana Aksi demo massa pada saat kegiatan Konferda berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Selasa (15/4) (FOTO: INDRI/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Konferensi Daerah (Konferda) II BPD Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) yang diselengarakan di Hotel Cenderawasih 66 pada Selasa (15/4) diwarnai bentrok antara dualisme kubuh KAPP versi Yupinus Beanal dan KAPP versi Yance Sani.
Aksi massa kubuh Yupinus Beanal, mendatangi Room Hotel Cenderawasih 66 tempat digelarnya Konferda, namun lokasi tersebut sudah dikawal ketat oleh pihak kepolisian, namun terjadi aksi adu mulut dan saling dorong, karena massa meminta agar Konferda versi Yance Sani segera dibubarkan.
Kondisi yang semakin memanas, akhirnya Konferda tersebut dipending dan tidak bisa dilanjutkan, sebagai mana arahan dari Emanuel Kemong Wakil Bupati Mimika yang saat itu diundang untuk membuka Konferda.
Di tempat terpisah Yupinus Beanal Ketua KAPP Mimika mengatakan jika dirinya sangat mengapresiasi Wakil Bupati Mimika yang telah mengambil langkah tepat untuk tidak membuka kegiatan Konferda dan sesuai arahannya, ia memutuskan untuk menunda pelaksanaan Konferda tersebut.
“Kami sangat apresiasi dengan bapak Wakil Bupati Mimika, tidak langsung buka Konferda tetapi arahan beliau untuk KAPP segera bersatu, kami hargai itu,” ujarnya.
Karena Konferda yang digelar di Hotel Cenderawasi 66 dinilai ilegal, dan tidak sesuai mekanisme AD/ART KAPP itu sendiri, sehingga ia berharap pemerintah tidak berpihak, pemerintah harus memhami organisasi ini.
“Pemerintah harus bisa netral melihat persoalan ini, harapannya persoalan ini tidak berlarut karena KAPP ini menjadi pilar ekonomi masyatakat Papua,”harapnya.
Selanjutnya pemerintah harus memastikan keabsahan dan legalitas KAPP sesuai dokumen yang ada dikedua belah pihak.
“Namun tentu kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan juga Kapolres yang sudah menciptakan situasi Kamtibmas dan peduli terhadap persoalan KAPP, dan bisa bersama- sama berkolaborasi memajukan dan memberdayakan pengusaha Orang Asli Papua baik dibidang kontraktor UMKM dan unit usaha yang lain,“ ungkapnya.
Disamping itu, Wakil ketua I Natalis Bukaleng mengatakan hal yang sama, yang mana iapun mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah dalam hal ini Emanual Kemong.
Menurutnya pemerintah telah mengambil langkah yang tepat sesuai mekanisme.
“Arahan beliau (Wakil bupati) beliau ingin menyatukan KAPP. Saya harap pemerintah bisa berdiri ditengah dalam mengatasi persoalan ini,” harapanya.
Selain itu Benyamin Ronal Magal, Sekretatis Umum KAPP menjelaskan aksi demo yang terjadi di kegiatan Konferda itu dikarenakan ada beberapa kesepakatan mediasi yang dilanggar, yang mana pada mediasi awal sudah diputuskan agar Konferda dipending namun kenyataannya tidak.
“Memang ada keributan namun bisa direlai dan kami mediasi kembali. Sudah diputuskan kegiatan dipending sampai ada kesepakatan namun, kenyataan latihan lain main lain, iu mengapa kami membuat keributan,” ungkapnya.
Menurut Benyamin, KAPP versi kepengurusan Yupinus Magal sudah mengantongi SK dari Dewan Adat Papua Tengah dan SK KAPP Provinsi Papua Tengah, dengan demikian dinyatakan SAH. (eno)














Tinggalkan Balasan