Petrus Yumte (FOTO: INDRI/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Penjabat (Pj) Sekretatis Daerah (Sekda) Mimika, Petrus Yumte menegaskan, seleksi riban tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ini dipastikan bebas dari ‘joki’ dan tidak ada titipan pejabat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus berupaya memperjuangkan pengangkatan ribuan tenaga honorer, baik tenaga kesehatan, guru dan lainnya tentunya melalui mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Pasalnya, dari 1.000 tenaga honorer di lingkup Pemkab Mimika, sebagian besar datanya sudah tercatat dan terinput secara sistem di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Adapun pengangkatan tenaga honorer melalui seleksi PPPK, dengan ketentuan menyelesaikan tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang dijawalkan awal Februari.
Semua tahapan proses termasuk tes lanjutan, ini menunggu keputusan Kemenpan-RB.
“Nanti, setelah seleksi CPNS, baru dilaksanakan tes PPPK. Dimana semua tenaga honorer yang datanya sudah tercover di BKN akan diangkat secara bertahap sesuai kebijakan pusat berdasarkan hasil SKD,” jelas Yumte.
Ditekankan kembali, mengingat data tenaga honorer sudah terdata di BKN, sehingga proses seleksi bebas KKN, bahkan tidak ada titipan pejabat,” tegasnya kepada awak media di Kantor Distrik Iwaka, Rabu lalu. (eno)








Tinggalkan Balasan