MENGIKUTI – Para Murid SD dan pelajar SMP serta para guru saat mengikuti puncak peringatan Bulan Bahasa di SATP pada Senin (28/10/2024). (FOTO: INDRI/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar peringatan Bulan Bahasa, yang bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda, Senin, 28 Oktober 2024.
Dengan mengusung tema “Bersama Majukan Indonesia Cinta Budaya Lokal di Era Digital Melalui Seni dan Budaya’, semarak suasana peringatannya kali ini dikemas dalam serangkaian kegiatan seremonial, dimana SATP menggandeng beberapa sekolah, baik jenjang SD maupun SMP.
Diketahui sebanyak 22 SD dan 25 SMP, sebelumnya terlibat dalam lomba Bulan Bahasa, yaitu lomba puisi, menyanyi yang dilaksanakan pada tanggal 16-18 Oktober 2024 lalu.
Sebagai penghargaan dan apresiasi, para pemenang lomba diberi kesempatan tampil mengisi acara puncak Bulan Bahasa yang digelar SATP pada Senin kemarin.
Pihak SATP juga menggelar pameran hasil karya peserta didik, mulai dari programming dan video content make, hidroponik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan lukisan.
Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL)-SATP, Andreas Ndityomas mengatakan, pembangunan sistem pembinaan pendidikan, SATP mengembangkan bidang-bidang, mulai akademik (yang dipusatkan pada Bulan Mei).
Serta sekarang ini berkaitan dengan Bulan Bahasa (pada Bulan Oktober) dengan fokus pada seni, bahasa, dan budaya (Sebaya).
Kemudian, SATP yang peserta didiknya adalah homogen (Suku Amungme dan Kamoro, serta 5 suku kekerabatan) membutuhkan peningkatan dalam pembinaan prestasi yakni program tersebut termaktub dalam misi SATP ‘go public’.
Oleh itu, pihaknya menyiapkan anak-anak untuk bisa masuk dalam kompetisi global.
Mengingat metode yang digunakan dengan memanfaatkan momen, seperti Bulan Bahasa ini, maka pihaknya menggelar perlombaan.
Tujuannya untuk membangun sifat kepemimpinan agar para peserta didik mampu berintegrasi dan berkompetisi dengan anak-anak lain di luar SATP.
Disamping itu, SATP yang merupakan program publik di bawah naungan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) atau mitra pendidikan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, berpikir bagaimana mengembangkan mutu pendidikan.
Untuk itu, pihaknya mengajak sekolah-sekolah lain di Mimika dalam peningkatan kualitas, baik dari segi pengembangan akademik dan Sebaya.
Menurut Andreas, ini bertujuan untuk menyiapkan para peserta didik ke depan bisa ‘go public’.
Dengan demikian, SATP bisa menjadi motor penggerak pendidikan sekolah-sekolah di Mimika, Papua Tengah.
“Peningkatan mutu pendidikan sendiri tidak bisa dilakukan secara pribadi. Tetapi harus melibatkan pihak lain, mulai sekolah-sekolah, pemerintah, orang tua, dan institusi. Sehingga terwujudlah kemitraan antar sekolah di Kabupaten Mimika,” seru Andreas.
Pasalnya, melalui kemitraan ini, ke depannya setiap sekolah di Mimika memiliki kesamaan visi, yakni pengembangan pendidikan yang inovatif, maju, dan mampu bersaing secara global dan sehat.
“Sehingga ini akan jadi program rutin SATP, dimana pada Bulan Mei nanti lebih kepada akademik dengan menggelar olimpiade sains, sementara di Bulan Oktober fokus pada nilai-nilai Sebaya,” tandasnya.
Sementara Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI), Nathan Kum mengatakan, peringatan Bulan Bahasa ini sangat penting guna meningkatkan kemampuan berbahasa para anak-anak.
Selain itu, agar para peserta didik tidak melupakan Sebaya, khususnya bahasa ibu bagi anak-anak SATP yang terdiri dari 2 suku besar (Amungme dan Kamoro) serta 5 suku kekerabatan.
“Saya sangat mendukung program peringatan Bulan Bahasa yang digelar SATP. Karena ini untuk menguatkan peserta didik lebih mengenal bahasa daerah, seperti amolongo, nimao witimi dan saipa,” katanya singkat.
Pada kesempatan yang sama, Asisten I Setda Mimika, Septinus Timang mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menyambut baik peringatan Bulan Bahasa yang digelar oleh SATP.
Kegiatan positif ini harus terus dilakukan, karena bisa mengembangkan bakat dan minat anak-anak Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan.
Apalagi kegiatan ini terselenggara berkat PT Freeport Indonesia melalui pengelolaan dana kemitraan oleh YPMAK.
“Bulan Bahasa menjadi momen penting bagi kita semua. Dan melalui momen ini semua bisa berkumpul bersama, serta mengingatkan sejarah bahwa bahasa bisa menyatukan bangsa Indonesia, yaitu bahasa Indonesia,” demikian Septinus. (eno)









Tinggalkan Balasan