FOTO BERSAMA– Septinus Timang Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika saat foto bersama Reynold Ubra selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, perwakilan Freeport dan privatisasi pada kegiatan Asosiasi Dinas Kesehatan di Lantai 5 Hotel Horison Diana pada Selasa (22/10/2024). (FOTO: INDRI/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mendata hingga September 2024, sebanyak 347 orang di wilayah setempat dinyatakan positif HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Data ini terkonfirmasi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 31.383 orang.
Dari prevalensi 347 pasien terinfeksi HIV, sebagian besar didominasi oleh kelompok usia muda, yakni 51 persen berusia 15-29 tahun.
Menyusul usia di atas 30 tahun terkonfirmai 47 persen, dan 2 persen diantaranya adalah menginfeksi anak perempuan berusia di bawah 15 tahun.
Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, mengungkapkan penyebab utama penularan HIV adalah melalui hubungan seksual berisiko, yang disebabkan oleh perilaku berganti-ganti pasangan tercatat 97 persen.
Dalam upaya penanganan pasien positif HIV/AIDS setelah hasil tes, maka para pasien secara reguler akan menjalani konseling sebelum memulai treatment dengan mengkomsumsi obat Antiretroviral (ARV).
Kepatuhan pasien mengonsumsi obat ARV ini dipantau secara intens dan berkelanjutan, karena obat tersebut harus diminum seumur hidup untuk membentengi diri pasien HIV.
Lebih lanjut, kata Reynold kerap ia disapa, selain pemeriksaan HIV/AIDS, pihaknya pun dilakukan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC).
TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.
Menurut dia, dari jumlah 12.432 orang yang diperiksa, terdeteksi 2.137 orang dari target 3.181 orang terinfeksi TBC.
Data riil terkait kasus HIV dan TBC, ini mengemuka dalam pertemuan pembangunan kesehatan lintas sektor serta pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS,TBC dan Malaria (ATM).
Pertemuan bersama Asosiasi Dinas Kesehatan bersama PT Freeport Indonesia dan privatisasi, ini digelar di Lantai 5 Hotel Horison Diana, Selasa (22/10/2024).
Pertemuan dibuka oleh Septinus Timang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika.
Dalam sambutannya, Septinus Timang mengatakan, penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria ataj ATM masih menjadi tantangan serius terutama bagi masyarakat.
“Mimika termasuk wilayah rawan kesehatan, dimana ATM atau tiga jenis penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan individu, tetapi berdampak luas terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu dibutuhkan sinergi dan kerja sama yang kuat dari berbagai pihak,” serunya.
Ia menambahkan, untuk memerangi ketiga penyakit tersebut, maka perlunya kerja sama lintas sektor, baik pemerintah,sector swasta,organisasi,masyarakat, termasuk seluruh komponen yang ada.
Ia tidak menampik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan ATM melalui berbagai kebijakan dan program yang berpihak pada kesehatan masyarakat.
“Bahaya ATM semakin meningkat, sehingga saya ajak kita semua untuk menjadikan forum ini sebagai ruang dialog, bertukar ide dan menemukan solusi bersama demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik bagi Mimika,” tandasnya
Septinus juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjaga kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, ketersediaan air bersih, ini penting dalam mencegah tiga jenis penyakit yang masih dan trus menghantui masyarakat Mimika. (eno)









Tinggalkan Balasan