LETAKAN – Penjabat Bupati Mappi, Dr. Michael R. Gomar,S.STP.,M.Si saat melakukan peletakan baru pertama pembangunan gedung Gereja GBI Gunung Kemuliaan, Jumat (11/10/2024). (FOTO:IST/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Penjabat Bupati Mappi, Dr. Michael R. Gomar,S.STP.,M.Si meletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Bhetel Indonesia (GBI) Jemaat Gunung Kemuliaan di Kampung Wamom, Kabupaten Mapppi, Provinsi Papua Selatan.
“Kita bersyukur pada hari ini kita bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gereja GBI Jemaat Gunung Kemuliaan yang merupakan doa dari hamba Tuhan, jemaat dan masyarakat sehingga bisa dilaksanakan,” kata Pj. Bupati Mappi Dr. Michael R. Gomar,S.STP.,M.Si dalam sambutannya, Jumat (11/10/2024).
Michael Gomar menjelaskan, rencana ini beberapa waktu lalu sempat terkendala karena adanya status lahan pembangunan gereja.
Namun, dengan koordirnasi yang baik dari para hamba Tuhan, jemaat dan juga masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas PUPR sudah mulai membangun Gereja GBI Jemaat Gunung Kemuliaan.
Pj. Bupati Mappi berharap, pembangunan mulai terlaksana dengan harapan tidak boleh ada lagi permasalahan status tanah.
“Mulai hari ini pemerintah siap membangun dan tidak boleh lagi ada masalah staus tanah. Dengan adanya gereja ini bisa memberikan pelayanan kasih dan pembangunan iman rohani bagi Jemaat GBI,” tuturnya.
Pj. Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya melihat satu gereja tertentu. Dimana pun pemerintah hadir sebagai hamba Allah, maka semua gereja menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.
Ia menambahkan, sejak 2023 lalu realisasi pembangunan gereja dilaksanakan oleh Dinas PUPR.
Alhasil, pembangunan gereja berkualitas, baik secara teknis, perencanaan dan juga pengawasan bisa diawasi dengan baik, mulai Gereja Khatolik, Gereja GPdI, Gereja GPI, Gereja GPKAI, Gereja GGRI Gereja GKO, Gereja GKAI dan Gereja GBI, termasuk pembangunan rumah pastori dan kantor klasis. Dan di tahun 2024 kurang lebih ada 40 unit bangunan gereja yang dibangun pemerintah daerah mulai dari kampong-kampung, ibu kota distrik hingga di Kota Kepi.
Adapun alasan pemerintah membangun lebih banyak gedung gereja, karena satu kabupaten/kota maju mulai dari infrastruktur bagus, kotanya Maju tetapi kalau manusianya tidak maju dalam iman dan rohani, maka sama saja. Karena membangun iman dan rohani manusia itu lebih penting. Sehingga bangunan gereja ini ketika selesai dibangun diharapkan dapat melakukan pelayanan iman rohani bagi jemaat GBI Gunung Kemuliaan.
“Kami berharap dengan adanya pembangunan gereja yang baru ini jemaat lebih rajin lagi untuk ke Gereja dan bukan hanya orang tua saja. Tetapi anak -anak juga harus rajin ke gereja. Tanggungjawab kita sebagai pemerintah daerah dan Jemaat adalah membentuk iman rohani. Kita mau mereka bertumbuh, berkembang menjadi anak-anak yang dewasa dengan karekater iman rohani yang kuat kepada Tuhan Yesus. Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapan dan bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat. Jadi membentuk iman anak -anak kita itu sangat penting,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Wilayah GBI Kubupaten Mappi, Petrus Bambang Djamdjik mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah daerah dalam hal ini Bapak Pj. Bupati Mappi yang melalui program kebijakannya gereja tersebut bisa dibangun.
“Saya selaku ketua wilayah mengucapkan banyak terima kasih kepada Pj. Bupati Mappi boleh mendukung menopang pelayanan Gereja GBI di Kabupaten Mappi lewat alokasi dana untuk pembangunan gereja GBI bagi jemat Gunung Kemuliaan Kepi,” ungkapanya.
Kata Petrus bahwa pertolongan itu datang dari Tuhan lewat hamba-Nya Pj. bupati menjadi hal yang luar biasa, karena akan berdiri gereja GBI yang megah bagi Jemaat Gunung Kemuliaan.
“Saya berharap gembala jemaat yang melakukan tugas kiranya selalu koordinasi dengan pemerintah daerah. Jadi pembangunan ini bukan kita bersaing dengan gereja lain, tetapi menjadi satu wadah agar rohani kita di bangun. Disinilah kita bersama-sama membantu pemerintah dalam membangun kerohanian, khusus anak-anak kita. Supaya ke depannya warga jemaat boleh bertumbuh, berkembang dan lebih khusus takut akan Tuhan. Dalam injil, kebenaran tidak hanya bagi orang di kota tetapi sampai masyarakat di pedalaman,” pungkasnya. (via)















Tinggalkan Balasan