PENGOBATAN – Petugas PKM Mapurujaya saat melakukan pengobatan penyakit Frambusia di Kampung Mware. (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Penyakit frambusia atau yaws adalah infeksi yang terjadi akibat paparan bakteri jenis treponema pertenue pada tubuh manusia.

Akhir-akhir ini, penyakit frambusia mulai bermunculan di Distrik Mimika Timur, Mimika-Papua Tengah.

Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga kepada Timika eXpress di Jalan Belibis pada Senin (26/8) mengatakan bahwa kasus frambusia ini mulai muncul di Mimika Timur pada Juni 2026 kemarin.

“Semenjak Juni hingga 15 Agustus 2024 kemarin, kita temukan 5 anak di PKM Mapurujaya yang positif penyakit frambusia,” jelasnya.

Atas temuan anak 5 tersebut, PKM Mapurujaya langsung membentuk tim berkolaborasi dengan program PTM, Malaria, Kusta, Filariasis maupun penyakit menular lainnya guna melakukan trasing kontak di Kampung Mware.

“Kami turun sejak 20 hingga 23 Agustus 2024, kami temukan 12 anak yang positif frambusia. Jadi, sudah ada 17 anak positif frambusia di Mimika Timur,” jelasnya.

Onna Bunga mengungkapkan bahwa 17 anak positif frambusia ini memang beberapa orang tuanya sudah terpapar frambusia dan kemudian menular ke anaknya.

“Frambusia biasanya menyerang anak di umur 15 tahun ke bawah. Memang sudah mulai terpapar semenjak Juni kemarin, tetapi orang tuanya tidak pernah bawah untuk berobat di Puskesmas,” ungkapnya.

Onna Bunga pun menyebutkan bahwa frambusia ini penularannya sangat cepat melalui luka terbuka.

“Dengan setuhan kulit, kita bisa berdampak juga. Untuk anak yang positif frambusia, kami sudah berikan obat asi tromisin sesuai berat badan, sehingga tidak menyebar ke warga lain ataupun kampung lain di Mimika Timur,” jelasnya.

Apabila terlambat diobati, maka akan merambat ke seluruh tubuh yang awalnya ada di kaki, kemudian lengan, leher dan muka dan merusak tubuh hingga menyebabkan lumpuh.

Onna Bunga menambahkan bahwa frambusia ini awalnya gatal-gatal, kemudian membentuk ruang warna kuning dan bernanah, tetapi itu bukan nanah ataupun bisul.

“Frambusia ini merupakan penyakit tahunan yang akan kambuh lagi, apabila sanitasi lingkungannya tidak bersih. Kalau sanitasi lingkungan bersih, maka kecil kemungkinan akan kambuh lagi. Untuk pencegahan itu, kembali ke sanitasinya saja seperti air bersih, jamban dan lain-lain,” terangnya.

Selain itu, Puskesmas Mapurujaya sigap melakukan pengobatan frambusia di Distrik Mimika Timur kedepannya. (glt)