DEVILE – Ribuan anak sekolah YPPK Mimika menggelar devile menyongsong pesta emas 50 tahun YPPK di Tanah Papua dengan menyusuri rute yang telah ditentukan di Mimika, Papua Tengah pada Jumat (2/8/2024). (FOTO: YOSEF/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Keluarga besar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Kabupaten Mimika menggelar devile sekolah dalam menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 YPPK di Tanah Papua.

Devile sekolah pada Jumat (2/8/2024) diikuti 2500 anak mulai TK hingga SMA dengan mengenakan beragam busana adat serta tarian, dan disemarakkan dengan penampilan drum band.

Adapun ribuan pelajar peserta devile menyusuri rute dari Jalan Cendrawasih-Budi Utomo-Hasanuddin dan kembali ke Jalan Yos Sudarso, dengan titik kumpul di Lapangan Upacara SD YPPK Waonaripi.

Jhon Giay, Direktur YPPK Mimika pada kesempatan itu mengatakan, dalam menyongsong pesta emas YPPK di tanah Papua, maka setiap kabupaten melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Sebenarnya sekolah katolik sejak tahun 1910 telah hadir di Marauke, tetapi secara legalitas, tahun ini baru genap 50 tahun.

Momen ini kita awali dengan devile dan dilanjutkan dengan pameran, seminar, serta puncaknya nanti akan digelar perayaan misa syukur,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan YPPK di Mimika untuk di wilayah kota cukup baik, sedangkan untuk wilayah  pedalaman tergantung situasi.

Untuk itu, ia berharap YPPK terus berkarya lebih baik ke depan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan.

“Saya juga berharap agar antara YPPK dan Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan kerja sama yang baik dalam membangun pendidikan di Kabupaten Mimika,” ungkapnya.

Sementara itu, Saur Simbolon, Selaku Ketua Panitia HUT 50 Tahun YPPK di Mimika, menjelaskan peserta yang mengikuti devile sekitar 2500 peserta dari 7000-an anak sekolah YPPK di Kabupaten Mimika.

Ia menambahkan, ini merupakan pembukaan rangkaian kegiatan HUT YPPK se-tanah Papua yang ke-50.

Selain devile, akan ada aksi lingkungan berupa penanaman pohon dalam menjaga dan merawat alam.

Setelahnya, ada pameran karya oleh anak-anak satuan pendidikan yang diolah dari bahan sampah untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.

Ada pula seminar yang berkaitan dengan spiritualitas dan masa depan YPPK, dan puncak acaranya akan digelar perayaan misa syukur pada 26 Agustus 2024 di Gereja Katedral Tiga Raja Timika.

“Puncak HUT YPPK sebenarnya pada tanggal 22 Agustus 2024, namun karena satu dan lain hal, sehingga kita undur ke tanggal 26 Agustus,” jelasnya.

Disamping itu, Agustinus Adii, Pengawas YPPK se-Keuskupan Timika berharap YPPK terus menjadi yayasan yang menjalankan pendidikan untuk menyelamatkan orang-orang kecil dengan cinta kasih.

Ia merasa bangga YPPK bisa mencapai usia 50 tahun sejak didirikan tahun  1974, meski dari tahun 1983-1992,  YPPK hanya ada satu untuk lima keuskupan di tanah Papua.

“Memang, ini adalah salah satu yayasan pendidikan yang cukup besar. Kita jalankan pendidikan mulai TK sampai SMA,” ujarnya.

Lanjutnya, YPPK adalah sekolah toleransi, dimana lulusan 50 tahun ini tidak memandang agama. Banyak pejabat di Tanah Papua yang merupakan alumni YPPK se-Tanah Papua dan berasal dari berbagai agama.

“Hingga sekarang di usia 50 tahun, sudah ada 150 sekolah YPPK mulai jenjang TK-SMA, ini tersebar di 14 kabupaten se-Tanah Papua. Dengan jumlah siswa diperkirakan mencapai 8000 orang, bahkan akan terus bertambah,” ungkapnya. Diharapnya pula, perayaan 50 tahun, YPPK se tanah Papua ke depannya semakin maju dalam segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan seiring dengan perkembangan zaman. (acm)