FOTO BERSAMA – Willem Naa, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika foto bersama seluruh kepala Puskesmas di Kabupaten Mimika pada Kamis (1/8/2024). (FOTO: YOSEF/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika menggelar sosialisasi dan workshop Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) dalam rangka mendorong pembentukan BLUD Fasilitas Kesehatan (Faskes) termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).
Sosialisasi dan workshop yang berlangsung selama dua hari digelar di Hotel Horison Ultima Timika.
Kegiatan yang dimulai pada Kamis (1/8/2024), dibuka oleh Willem Naa selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika.
Adapun pesertanya seluruh kepala Puskesmas (PKM) di Mimika, serta tamu undangan lainnya.
Willem Naa, dalam sambutannya mengatakan, Indonesia saat ini dihadapkan pada beban ganda kesehatan.
Selain dihadapkan pada peningkatan penyakit tidak menular dan ancaman pandemi, termasuk penyakit tropis terabaikan masih ditemukan.
Hal ini menjadi tantangan dalam mencapai kemajuan pembangunan bangsa semakin besar, bahkan butuh upaya konkrit untuk menyelesaikannya.
Dilain sisi, unit layanan publik juga dituntut melakukan inovasi dalam pelayanan publik yang semakin cepat dan berkualitas.
Dijelaskannya, BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dan kemandirian dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.
“Instansi kesehatan seperti Puskesmas dan unit lainnya yang merupakan ujung tombak pelayanan adalah bagian dari pelayanan publik khusus bidang kesehatan, tentunya dituntut semakin meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat agar lebih efisien, efektif dan berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kabupaten/kota harus mendorong Puskesmas untuk menerapkan PKK-BLUD.
Pasalnya, penerapan BLUS bagi Faskes ini sejalan dengan visi dan misi pimpinan daerah, yakni membangun SDM yang cerdas dan memahami teknologi, penatausahaan keuangan BLUD Puskesmas sudah berbasis teknologi melalui aplikasi e-BLUD, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa, akuntabel, profesional dan inovatif.
Sementara itu, Moses Untung, Kepala Puskesmas Timika dalam laporan panitia, menerangkan, tujuan pelaksanaan sosialisasi dan workshop PKK-BLUD pada Faskes, yakni sebagai pengetahuan yang baik akan pentingnya menerapkan PPK BLUD, sehingga kepala Puskesmas dapat mengusulkan penerapannya ke Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika melalui Dinas Kesehatan.
Selain itu, peserta dapat menyiapkan dan menyusun dokumen yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan penerapan PPK-BLUD, serta menanamkan cara berpikir sistemik dalam memahami dan menyelesaikan persyaratan yang dibutuhkan dalam penerapan PPK BLUD.
“Pelaksanaan sosialisasi dan workshop ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah sebagai indikator kinerja pemenuhan capaian jumlah Fasilitas Kesehatan (Puskesmas) yang menerapkan PPK-BLUD sebagaimana Rencana Strategi (Renstra) Kementerian Kesehatan RI tahun 2020-2024 dan implementasi Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD,” jelasnya.
Lebih lanjut, katanya Faskes juga diberikan fleksibiltas dan kemandirian dalam pengelolaan keuangan, sehingga dapat responsive menangani berbagai permasalahan kesehatan di wilayah kerja dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. (acm)















Tinggalkan Balasan