MENYEMATKAN – Willem Naa, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase saat menyematkan tanda pengenal ke agen Pesiar di Hotel Horison Diana, Selasa (30/7/2024). (FOTO: YOSEF/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – BPJS Kesehatan Kabupaten Mimika menetapkan tiga kampung di wilayah setempat sebagai pilot project dari Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi) BPJS Kesehatan.

Tiga kampung dimaksud, yaitu Kampung  Mawokauw Jaya, Limau Asri Timur dan Kampung Nawaripi.

Ketiga kampung dijadikan pilot project karena cakupan wilayahnya luas dan penyebaran penduduknya bervariasi.

Deny Jermy Eka Putra Mase, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura mengatakan, PESIAR merupakan program baru dari kolaborasi antara beberapa kementerian maupun lembaga pada Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta BPJS Kesehatan.

“Program  PESIAR ini merupakan program rutin dari pemerintah yang masuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Pemerintah Pusat sampai ke daerah terkait dengan program kesehatan,” ujar Deny Jermi di Hotel Horison Diana, Selasa (30/7/2024).

Ia menyebut, ada tiga agen dari program PESIAR BPJS Kesehatan yang akan bertugas untuk menyisir distrik, kampung atau desa.

Termasuk memetakan proses pendaftaran hingga registrasi peserta yang memang belum terkaver sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ini termasuk badan usaha mikro.

“Tugas dari agen PESIAR ini adalah melakukan pendataan masyarakat atau peserta yang belum memiliki jaminan kesehatan atau JKN. Selain masyarakat, mereka juga menyisir badan usaha mikro yang rata-rata peserta dari badan usaha ini kurang lebih sebanyak tujuh orang,” terangnya.

Dijelaskan pula, program ini masih dalam tahap uji coba hingga Desember 2024 mendatang.

Ke depan nanti, BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Daerah juga dinas terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas dan keberlangsungan dari program ini.

Untuk itu, ia berharap agen-agen yang mencakup kepesertaan JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, terutama di Mimika bisa mencapai 100 persen.

“Sebenarnya kami coba menyisir untuk kampung-kampung yang memang memiliki potensi ataupun memiliki masyarakat yang kita lihat dari data yang ada. Memang secara cakupan ataupun domisili, ini memang wilayah-wilayah yang besar dan belum terdaftar sebagai peserta JKN, namun tidak menutup kemungkinan program ini juga menyasar ke kampung-kampung lain atau distrik yang ada,” ungkapnya.

Adapun program ini juga memberi peluang bagi kampung lain bila ingin berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan, dan sangat terbuka bagi mereka yang mendaftarkan agen PESIAR-nya ataupun orang-orang yang bisa diajak berkolaborasi.

“Kami harap dukungan Pemkab Mimika sehingga program ini bisa berkesinambungan, karena ini merupakan solusi terbaik kolaborasi bersama pemerintah daerah,” tutupnya. (acm)