FOTO BERSAMA – Kabid Pemerintahan Kampung, Abnert Frits Werimon saat foto bersama dengan ibu-ibu kader Kampung Poumako, Sabtu (27/7). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kampung Poumako menggelar pelatihan pendataan stunting dan pemberian makanan tambahan gizi Tahun 2024 di Balai Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika-Papua Tengah, Sabtu (27/7).

Kegiatan pelatihan pendataan stunting dan pemberian makanan tambahan gizi tersebut dihadiri oleh Kabid Pemerintahan Kampung, Abnert Frits Werimon, Tenaga Ahli Pendamping Dana Desa, Stefanus Subay. Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, Sekretaris Kampung Poumako, Selfiana Motowi dan ibu-ibu kader Kampung Poumako.

Abnert Frits Werimon dalam sambutannya mengatakan bahwa stunting merupakan salah satu program prioritas dari pemerintah pusat.

“Berdasarkan peraturan Mentri Desa Nomor 7 Tahun 2023 tentang program prioritas yaitu penurunan angka stunting bagi anak-anak penderita stunting, khususnya di Kampung Poumako. Sehingga kami berharap agar anggaran yang sudah dianggarkan untuk stunting dapat digunakan dengan baik guna penurunan dan pencegahan Stunting di Kampung Poumako,” jelasnya.

Selain itu, pendataan stunting dan pemberian makanan tambahan gizi harus berjalan dengan baik guna menjawab program prioritas dari pemerintah pusat.

“Anggaran program prioritas ini kami salurkan melalui dana desa, sehingga kegiatan hari akan dilaporkan oleh ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Tenaga Ahli Pendamping Dana Desa, Stefanus Subay dalam sambutannya meminta kepada ibu-ibu kader agar melakukan pendataan stunting harus lebih akurat.

“Ada ketidaksesuaian data stunting, makanya wajib kita mendata ulang melalui ibu-ibu kader saat melakukan Posyandu,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga pada kesempatan itu mengatakan bahwa Kampung Poumako adalah pintu masuk dan keluar Kota Timika, diharapkan jangan sembarang mendata warga begitu saja.

“Kita wajib mendata adalah warga kita, bukan mendata warga hanya datang tinggal satu atau dua bulan lalu pulang lagi begitu saja, karena hal itu akan meningkatkan angka stunting di Kampung Poumako. Sehingga ibu-ibu kader diharapkan dapat mendata ulang stunting yang lebih akurat,” jelasnya.

Selain itu, Onna Bunga juga meminta adanya kaloborasi yang baik antara kepala-kepala kampung di Mimika Timur guna menurunkan angka stunting di Distrik Mimika Timur.

“Mari kita bekerjasama untuk menurunkan angka stunting di Mimika Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kampung Poumako, Selfiana Motowi dalam kegiatan tersebut meminta agar ibu-ibu kader Kampung Poumako dapat melakukan pendataan stunting dengan baik.

“Mari kita bekerja bersama-sama dengan baik supaya data kita lebih baik dan akurat,” jelasnya.

Diakhir kegiatan tersebut, diberikan tujuh paket makanan tambahan gizi kepada anak-anak stunting dan pelatihan pendataan stunting oleh ibu-ibu kader di Kampung Poumako. (glt)