Onna Bunga (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pihak Puskesmas Mapurujaya menyebut, dari 10 jenis penyakit yang didata selama Bulan Mei 2024, kasus malaria dan Infeksi Pernapasan Akut (ISPA) masih mendominasi di wilayah Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Onna Bunga, Kepala Puskesmas Mapurujaya kepada Timika eXpress, Senin (10/6) mengungkapkan, angka kasus malaria meningkat hingga 522 kasus dari bulan sebelumnya. Sementara ISPA terdata 399 kasus.
Sementara 8 kasus lainnya yang ditangani Puskesmas Mapurujaya, yakni gastritis 58 kasus,57 kasus common cold 57 dan vulnus 54 kasus.
Selain itu, 54 kasus hipertensi esensial, myalgia 48 kasus, diare 38 kasus, cefalgia 25 dan abses 22 kasus.
“Untuk data kasus malaria Bulan Mei 2024 meningkat 50 persen dari bulan-bulan sebelumnya yang hanya berkisar 200 sampai 300-an kasus,” jelasnya.
Dikatakannya, peningkatan kasus karena faktor cuaca kini sedang musim hujan, dimana terdapat banyak genangan air yang memicu berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk malaria.
Disamping itu, kenaikan kasus malaria merupakan data ril dan merupakan pasien baru.
Walaupun tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Mapurujaya sudah berupaya membagikan bubuk abate, namun terkadang hilang begitu saja karena hujan.
“Karena abate granul itu kan ada takaran airnya. Misalkan kita temukan jentik di satu bak, itu tidak bisa untuk satu granul saja, tetapi harus lima granul. Jadi ada takaran air untuk mematikan jentik nyamuk,” terangnya.
Upaya lain dari pihak Puskesmas Mapurujaya, yakni mengupayakan pasien penderita malaria sebelum 28 hari tidak diberikan obat malaria.
“Karena obat malaria kalau diminum teratur, maka dalam satu bulan pasti tidak akan kambu, tetapi kalau kambu berarti obatnya tidak diminum secara teratur,” tegasnya.
Termasuk pihaknya pun memonitoring pasien-pasien yang berobat di luar melalui layanan BPJS.
“Kalau ada pasien yang berobat di Fasilitas Kesehatan (Faskes) lain dan kembali ke Puskesmas Mapurujaya, itu kami bisa langsung kontrol melalui layanan BPJS, dan ini kami tetap edukasi dan pantau pasiennya minum obat,” demkian Onna. (glt)















Tinggalkan Balasan