MENYERAHKAN– Marthen Ukago Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menyerahkan hadiah kepada Ricardo Maniani, siswa SMK Kasih Rafael Timika selaku pemenang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Papua Tengah di Lt.2 Hotel Horison Diana, Senin (10/6/2024). (FOTO: INDRI/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Ricardo Maniani, siswa kelas XI SMK Kasih Rafael Teknologi dan Rekayasa Mimika, keluar sebagai juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang pengelasan (welding) tingkat Provinsi Papua Tengah.
Ricardo dinobatkan sebagai juara setelah mengikuti lomba yang dilangsungkan sejak Sabtu – Senin, 8-10 Juni 2024 di Lt.2 Hotel Horison Diana, Timika.
Mewakili Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Kasih Rafael, Natalis Fatubun selaku Kepala Pengembangan Kompetensi Siswa dari sekolah tersebut mengapresiasi prestasi yang diraih siswanya yang merupakan pengalaman pertama SMK Kasih Rafael mengukir prestasi tingkat provinsi setelah melewati beberapa lomba di tingkat kabupaten.
Dengan hasil ini, kata Natalis, pihaknya akan memberi pelatihan khusus kepada Ricardo untuk bertanding di LKS tingkat nasional di Lampung pada September 2024.
“Kami buka jurusan pengelasan karena pertimbangan akan kebutuhan perusahaan dimana Mimika merupakan daerah industri,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Mimika, Marius Istia pada kesempatan itu mengatakan, LKS yang dilangsungkan di Mimika berjalan sukses dan lancar sehingga menjadi kebanggaan tersendiri.
“LKS yang merupakan agenda nasional yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswi SMK, dimana sesuai kurikulum SMK, LKS sebagai tolok ukur melihat kompetensi siswa-siswi, karena SMK tidak semata belajar teori,” jelasnya.
Tentunya, momen dan kesempatan dari pelaksanaan LKS yang luar biasa ini, ke depannya tidak hanya diikuti hanya dua kabupaten saja, tapi delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
“LKS bertujuan melahirkan siswa-siswi berkualitas dan kompeten sehingga dapat mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang LKS tingkat nasional nantinya,” ungkap Marius.
Disamping itu, Marthen Ukago selaku Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah dalam sambutannya, mengatakan lewat LKS, maka ke depan perlunya peningkatan kompetensi siswa dan guru, ini guna melihat sejauh mana siswa-siswi SMK menguasai materi pembelajaran.
Pasalnya, LKS ini tidak hanya menguji kemampuan siswa-siswi, tapi lebih spesifik meningkatkan rasa percaya diri sehingga dapat mempersiapkan mereka (siswa-siswi-Red) memasuki dunia kerja ataux industri.
“Harapan besarnya adalah siswa-siswi bisa belajar mengembangkan diri dan kerja sama tim serta mampu berkomunikasi dengan baik agar hasilnya maksimal saat terjun ke dunia kerja,” serunya.
“Kalau kali ini hanya libatkan dua kabupaten, ke depan akan dilakukan serentak di delapan kabupaten di Papua Tengah, dengan harapan siswa-siswi yang mengukir prestasi saat LKS terus tingkatkan kompetensi,” ungkap Marthen.
Ia menambahkan, sesuai arahan Gubernur Provinsi Papua, siswa yang juara LKS harus mendapatkan uang pembinaan Rp 10 juta per orang, dan ini menjadi penyemangat bagi putra-putri kita untuk berlomba-lomba dalam prestasi belajar.
Diketahui, LKS dari 20 jurusan ini meliputi 21 mata lomba, ini diikuti siswa-siswi asal Nabire sebanyak 14 cabang dan 17 cabang diikuti peseerta asal Kabupaten Mimika. (ela)















Tinggalkan Balasan