FOTO BERSAMA – Amelia Ibo Amd, Keb Kepala Seksie Jaminan ber-KB didampingi, drg Marlina Tarukponno, Kepala Puskesmas Wania saat berfoto bersama bidan pada Rabu (5/6). (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah bersinergi bersama enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Mimika, memberikan pelayanan kontrasepsi jangka panjang gratis.
Hermalina Imbiri, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika, mengatakan enam lokasi untuk diberikan layanan kontrasepsi gratis, Puskesmas Timika, Puskesmas Wania, Puskesmas Pasar Sentral, Puskesmas Timika Jaya, Puskesmas Jili Yale dan Puskesmas Karang Senang.
“Kami melihat antusias dari masyarakat sangat luar biasa dengan adanya kontrasepsi gratis, jumlahnya kita amati terjadi peningkatan,” katanya.
Hermalina mengatakan untuk angka pasti masih terus dilakukan pendataan oleh petugas lapangan yang melakukan pelayanan.
“Sebenarnya kontrasepsi ini sangat baik karena tujuannya untuk mengatur jarak kelahiran anak, dan memberi waktu bagi seorang ibu untuk dapat mengurus anak dan keluarga dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, jenis kontrasepsi yang diberikan, yakni Intra Uterine Device (IUD) dan Implan. Ia mengharapkan program KB membuat kualitas hidup masyarakat Kabupaten Mimika meningkat karena dapat mengatur jarak kelahiran anak.
Sementara itu Amalia Ibo, Amd, Keb Kepala Seksi Jaminan ber-KB pada DP3AP2KB dalam pemantauannya di enam Puskesmas mengatakan, jumlah pendaftar yang mengikuti pelayanan sangat banyak.
“Jadi dari pemerintah menargetkan pemasangan implan sebanyak 300, tapi kami melihat dari antusias masyarakat di beberapa Puskesmas banyak yang sudah melebihi dari target yakni 50-70. Meskipun begitu kami menginformasikan ke teman-teman bidang agar dapat melayani ibu-ibu yang ingin menggunakan implan,”jelasnya.
“Semua yang datang bisa dilayani agar bisa menjadi tambahan akseptor lebih dari 300 itu lebih baik,”katanya.
Amelia mengatakan, pemasangan akseptor ini juga bagus bagi ibu-ibu muda agar dapat mencegah hamil muda dengan metode ini bisa mengatur jarak kelahiran anak agar dapat menata kehidupan menjadi lebih berkualitas.
Sementara itu Sulistiawati,AM.Keb Bidan Puskesmas Wania mengatakan, setiap kali jika ada program seperti ini tentunya masyarakat sangat antusias.
“Jadi kami langsung menginformasikan ke group WhatsApp bahwa ada pelayanan gratis pemasangan KB IUD dan implan, dan pemasangan yang paling banyak digunakan yaitu pemasangan implan pada lengan,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan untuk hari pertama total ada sebanyak 21 ibu yang melakukan pemasangan KB implan dan (Rab-red) tercatat sudah 51 dari target 50.
Harapannya dengan adanya pemasangan KB implan ini keluarga dapat merencanakan jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat,” katanya.
Sementara itu dari pantauan Timika eXpress di lapangkan pemasangan implan untuk (Rabu-red) di Puskesmas Timika, sudah 15 orang, Puskesmas Pasar Sentral 25, Puskesmas Wania 51, Puskesmas Timika Jaya 4, Puskesmas Limau Asri 27 pemasangan, dan Puskesmas Jili Yale 5. Data tersebut masih menunggu penataan dari petugas lapangan. (kay)















Tinggalkan Balasan