MENYAMPAIKAN- Stevanus Yamuru, tokoh masyarakat Kampung Omawita saat menyampaikan usulan di sela Musrenbang Distrik Mimika Timur Jauh, di Gedung SD Inpres Amamapare, Kampung Amamapare, Kamis (14/3). (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Distrik Mimika Timur Jauh melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung SD Inpres Amamapare, Kampung Amamapare, Kamis (14/3).

Melalui Musrenbang tersebut, diusulkan 49 program, yang diakomodir dari Kampung Omawita, Ohoitia, Amamapare, dan Ayuka.

Musrenbang dibuka Yulius Katagame SE, M.Si, Kepala Distrik Miktim Jauh, dihadiri Enos Lokobal, Sekretaris Distrik Miktim Jauh, Ricardo Logo, staf Pengendalian dan Evaluasi Program Bappeda Mimika, Kasubag Kepegawaian Bappeda Maria Nanna, Adolof  Mapeko, Babinsa Koramil 07 Mapurujaya dan Mikson Jhon Kafiar, Kanit  Reskrim Polsek Mimika Timur.

Yulius Katagame dalam sambutannya mengatakan, setiap program yang diusulkan tidak boleh terjadi tumpang tindih, artinya kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dari dana desa barulah didorong kedalam Musrenbang, sehingga dana desa bisa digunakan untuk pembangunan fisik lainya.

“Bagi program yang belum diakomodir, mohon bersabar karena banyak distrik juga mengusulkan kegiatan yang sama sehingga kegiatan yang tidak diakomodir masuk dalam daftar tunggu,” ujar Yulius.

Lanjutnya, banyak hal yang perlu diusulkan masuk dalam Musrenbang, contohnya pembangunan rumah guru dan rumah jabatan di Kampung  Amamapare, sehingga guru tidak lagi tinggal di kota. Pasalnya, selama ini waktu belajar murid menjadi molor lantaran guru terlambat masuk kelas.

Tambah Yulius, Musrenbang selalu dilakukan setiap tahunnya, program yang diusulkanpun juga sama. Dengan demikian ia menyarankan agar kepala kampung dan tokoh mengusulkan program yang belum diakomodir pada Musrenbang sebelumnya.

Dalam sambutannya Yulius juga memaparkan program-program padat karya yang sudah dikerjakan dan telah terealisasi, seperti Tahun 2023, ada kegiatan pembangunan lapangan bermain di Kampung Omawita dengan luas 11x 61 meter.

Begitu juga pembangunan jalan penghubung ke TK seluas  120 x 2 meter, yang kini  telah rampung. Sama halnya dengan penerangan jalan umum  30 unit lampu yang sudah terpasang untuk menerangi dua kampung, yakni Fanamo dan Omawita.

“Memang masih ada yang kurang, untuk itu kita harus usulkan tahun ini, ini terlepas dari usulan dalam Musrenbang,” ujar Yulius.

Lanjut Yulius, rencana tahun ini akan dibangun lapangan bermain di SD Negeri Amamapare, melalui kegiatan padat karya  seluas 15×25 meter.

“Pastinya konstruksi beton. Sekitar bulan depan sudah dikerjakan, agar anak-anak bisa gunakan untuk melakukan upacara dan kegiatan lain,” katanya.

Yulius juga meminta kepada Kepala Sekolah SD Inpres Amamapare agar setiap ruang kelas dipajang bendera merah putih.

Selain itu lanjutnya, tahun ini juga rencana ada pembuatan parit di Kampung Ayuka dan pengecoran lapangan bermain di SD Negeri Ayuka sekaligus perbaikan MCK.

Sementara Maria Nanna, Tim Asistensi Bappeda, mengatakan, semua usulan pastinya akan dicatat untuk dibawa dalam Musrenbang tingkat kabupaten.

“Bapak ibu usulkan saja, apa yang mau dibangun atau pdikerjakan, oastinya kita akan catat,” pungkasnya. (ela)