KANTOR: Pengadilan Agama Mimika (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Sepanjang Tahun 2023, Pengadilan Agama Mimika telah menangani 175 perkara perceraian dari 251 perkara yang masuk untuk disidangkan.

Ahmad Zubaidi, Humas PA Mimika kepada Timika eXpress di ruang kerjanya pada Jumat (26/1) mengatakan, perkara perceraian itu biasanya mendominasi perkara masuk setiap tahunnya.
“Perkara perceraian sebanyak 175 terdiri dari 52 perkara yang diajukan oleh suami atau cerai talak. Kalau perkara perceraian yang diajukan oleh istri atau cerai gugat itu sekitar 123,” jelasnya.
Lanjut Ahmad, selain perkara perceraian, ada juga 8 perkara gugatan harta bersama, kemudian 27 perkara penetapan perwalian, 4 perkara asal usul anak, 14 perkara pengesahan perkawinan, 8 perkara dispensasi kawin, satu perkara wali aldol, 4 perkara lain-lain dan 10 perkara penetapan ahli waris.
Dikatakannya, perkara masuk pada Tahun 2022 dan Tahun 2023 mengalami penurunan. Yang mana Tahun 2022 terdapat 285 perkara sedangkan Tahun 2023 sebanyak 251 perkara. Jadi mengalami penurunan 34 perkara.
“Perkara perceraian pada Tahun 2023 juga mengalami penurunan yaitu 175 perkara. Sedangkan perkara perceraian pada Tahun 2022 ada 208 perkara, jadi mengalami penurunan sebanyak 33 perkara,” jelasnya.
Tambah Ahmad, perkara cerai talak pada Tahun 2022 ada 63 perkara, kemudian cerai gugat sebanyak 145 perkara. Sedangkan pada Tahun 2023 terdapat 52 perkara talak dan 123 perkara cerai gugat.
Sementara itu, ada juga 2 perkara harta bersama pada Tahun 2022, kemudian penguasaan anak ada 2 perkara, perwalian ada 32 perkara, 2 perkara asal usul anak, 17 perkara isbat nikah, 10 dispensasi kawin, 3 perkara lain-lain, dan 9 perkara penetapan ahli waris.
“Pada Tahun 2023, kami sudah mencetak 142 cetak akta cerai dan sudah diambil oleh pihak-pihak berperkara. Penyebabnya didominasi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus ada 93 perkara. Kemudian meninggalkan salah satu pihak ada 20 perkara, ekonomi ada 14 perkara, KDRT ada 6 perkara, mabuk ada 5 perkara, judi ada 3 perkara dan murtat ada 1 perkara. Sedangkan pada Tahun 2022, penyebabnya perceraiannya masih sama yaitu perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus sebanyak 134 perkara. Kemudian meninggalkan salah satu pihak ada 19 perkara, ekonomi sebanyak 13 perkara, KDRT ada 7 perkara, mabuk ada 2 perkara,” pungkasnya. (glt)













Tinggalkan Balasan