Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley. (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan kepada masyarakat di delapan kabupaten agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan tim pemekaran kabupaten dan meminta uang kepada warga.
Pernyataan itu disampaikan Deinas Geley di Nabire, Kamis (6/8/2026), menyusul maraknya aktivitas sejumlah pihak yang memanfaatkan isu pemekaran daerah sejak Mei hingga awal Agustus 2026.
“Saya tegaskan, oknum-oknum itu adalah pihak yang abal-abal dan tidak bertanggung jawab. Informasi yang mereka sampaikan bahwa sedikit lagi kabupaten ini dan kabupaten itu akan dimekarkan, itu tidak benar,” tegas Deinas.
Menurutnya, pemekaran daerah harus melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kata dia, telah menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian ilmiah sebagai dasar usulan pembentukan daerah otonom baru (DOB).
Deinas menjelaskan, BRIN akan menilai berbagai aspek, mulai dari jumlah penduduk, jumlah distrik hingga kelayakan wilayah.
Apabila hasil kajian dinyatakan memenuhi syarat, usulan kemudian diproses melalui DPRD sebelum diajukan Gubernur Papua Tengah kepada Komisi II DPR RI.
“Kalaupun delapan kabupaten ini nantinya akan dimekarkan menjadi 10 atau 12 kabupaten, semua harus melalui mekanisme resmi. Tidak bisa dilakukan di luar prosedur,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa moratorium pembentukan daerah otonom baru yang diberlakukan pemerintah pusat hingga kini masih berlaku.
“Ibarat keran air ditutup, maka air tidak bisa mengalir. Kita tidak bisa memaksakan dan tidak boleh menipu masyarakat delapan kabupaten di Papua Tengah,” katanya.
Karena itu, Deinas meminta seluruh pihak menghentikan praktik penggalangan dana dengan mengatasnamakan tim pemekaran, baik dalam kegiatan bakar batu maupun pertemuan masyarakat lainnya.
Menurutnya, pemerintah telah menerima laporan adanya oknum yang memanfaatkan isu tersebut untuk meminta uang kepada masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat agar hanya mempercayai informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Papua Tengah milik kita bersama. Mari kita bangun daerah ini dengan persatuan, bukan dengan menyebarkan informasi yang menyesatkan atau membohongi masyarakat,” ujarnya.
Deinas menambahkan dirinya memahami
proses pemekaran daerah karena pernah menjadi Sekretaris Tim Pemekaran Kabupaten Puncak dari Kabupaten Puncak Jaya.
Ia mengajak seluruh masyarakat bersabar menunggu hasil kajian BRIN dan mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku.
“Mari kita bersyukur dan takut akan Tuhan, kemudian bersama-sama membangun Papua Tengah. Kita masih memiliki waktu untuk membangun daerah ini secara baik,” pungkasnya. (*)














Tinggalkan Balasan