Hasto Wardoyo (FOTO: DOK/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menyatakan optimis jika delapan kabupaten di Papua Tengah mampu menurunkan angka stunting.
Hal ini terlihat dari komitmen bersama dalam pengalokasian APBD.
“Saya sudah bertemu langsung dengan perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Tengah, dan saya dengar sendiri kesiapan masing-masing akan mengalokasikan anggaran terkait komitmen bersama menurunkan angka stunting,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di Timika belum lama ini.
Delapan kabupaten ini, berkomitmen menggunakan dana tambahan dari Otonomi Khusus (Otsus) untuk digunakan pada program penanganan stunting, ini pun mendapat dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI).
“Ini sangat luar biasa, untuk provinsi lain tidak ada dana tambahan seperti ini, bahkan anggaran dari pusat saya rasa juga sudah sangat besar diberikan, saat ini hanya kekompakan saja,” ungkapnya.
Katanya pendataan stunting, dapat terpantau melalui aplikasi e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dari Posyandu ke Puskesmas di masing-masing daerah.
Data ini akan dipadukan dengan data lokal dengan melakukan pengecekan dan validasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, di bulan ini pihaknya akan menggerakkan pengimbangan serta menginput data agar bisa mencapai target 100 persen.
Untuk menekan dan menurunkan angka stunting masyarakat, pemerintah harus terapkan tiga pola, pertama, pola makan dimana pola makan yang bergizi dengan perbanyak protein bisa menurunkan angka stunting.
Kedua pola kesehatan reproduksi. Terkait ini, masyarakat harus banyak mendapatkan edukasi, tentang hamil dan memiliki anak mempunyai batas usia.
Kemudian, ketiga pola sanitasi, ini mengharuskan masyarakat memahami bahwa lingkungan yang kotor berpengaruh besar atas timbulnya penyakit. (tim)















Tinggalkan Balasan