MATI – Tampak seekor babi peliharaan warga yang mati di Jalan C. Heatubun, pada Kamis (18/1/2024). (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Puluhan ekor babi peliharaan warga Mimika dilaporkan mati mendadak akibat diserang virus African Swine Fever (ASF) atau hog cholera (Classical Swine Fever-CSF).

Data ternak babi yang mati sejak Kamis (18/1/2024) lalu itu terjadi di kawasan Jalan C. Heatubun, Nawaripi dan Sempan, Timika-Papua Tengah.

Drh. Sabelina Fitriani, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Kabupaten Mimika kepada Timika eXpress, Senin (22/1/2024) mengatakan hingga kini sudah terdata 62 ekor babi yang ditemukan mati mendadak.

“Sementara belum diketahui penyebabnya karena masih dilakukan uji laboratorium. Biasanya penyebab virus African Swine Fever (ASF) atau hog cholera,” ujarnya.

Lebih lanjut, drh Sabelina mengatakan, pengiriman sempel ke kantor Loka Veteriner di Jayapura untuk memastikan penyebab apakah disebabkan oleh ASF atau hog cholera yang sudah endemis di Papua.

Guna meminimalisir penyakit hog cholera, pihaknya telah melakukan beberapa upaya, diantaranya melakukan vaksin terhadap hewan ternak.

Namun untuk virus ASF hingga kini belum ada vaksinnya.

“Upaya mengatasi penyebaran virus ke hewan lainnya Disnak berupaya melakukan pendataan dan mengambil sampel darahdan mendistribusikan disinfektan karena dari gejalanya diduga ini disebabkan hog cholera,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau, masyarakat ataupun peternak tidak memindahkan babi ke lokasi lain karena dikhawatirkan justru menyebarkan virus ke babi yang ada di wilayah yang sebenarnya belum terdampak.

Dengan begitu, penularan virus ASF bisa dicegah sehingga tidak terkena hewan lainnya.

“Jadi kami harap warga bisa terus melakukan penyemprotan disinfektan, menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan yang sesuai. Tidak menjual babi yang sakit dan tidak membuang babi yang mati di sembarang tempat,” pungkasnya.

 Disnak Diminta Tanggap

Menanggapi hal itu, Samuel Bunai, Anggota DPRD Mimika meminta Dinas Peternakan (Disnak) segera tanggap dengan adanya laporan warga.

“Kita juga mendapat laporan atau keluhan dari peternak, bahwa banyak babi yang mati dan malas makan. Untuk itu saya harap Disnak bisa segera melakukan pemeriksaan, mencari sebab kematian,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (23/1/2024).

Menurut Samuel, informasi ini ia dengar langsung dari perternak, namun ia enggan memberitahukan secara detail, karena kuatir peternak mengalami akan kerugian. (kay/ela)