PELATIHAN – Mama-mama Kamoro saat mengikuti pelatihan pengolahan pangan lokal di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika. (FOTO: IST/CORPCOM FREEPORT)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal yang diselenggarakan Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut dengan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Pelatihan yang berlangsung di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, pada 11-12 Juni 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan mama-mama Kamoro dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang bernilai gizi dan ekonomi.

“Melalui kolaborasi ini, mama-mama Kamoro mendapat keterampilan dan pengetahuan baru, serta lebih percaya diri mengolah bahan pangan lokal bergizi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan ini merupakan kelanjutan Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang dijalankan PTFI sejak 2017 di delapan kampung binaan, yakni Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita, dan Ohotya.
Selama dua hari, peserta dibekali keterampilan mengolah berbagai bahan pangan lokal seperti ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa, dan pisang menjadi aneka produk olahan, di antaranya lemet, kerupuk ikan, kerupuk tambelo, pisang molen, nagasari, hingga bolu pisang.
Salah seorang peserta asal Kampung Otakwa, Erfina Aypapenaei, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasannya dalam memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di kampung menjadi makanan yang lebih bergizi bagi keluarga.
“Saya jadi tahu pisang dan singkong yang biasa kami dapatkan di kampung bisa diolah menjadi makanan yang enak dan bergizi untuk keluarga,” katanya.
Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan di lingkungan keluarga, dibagikan kepada masyarakat di kampung, serta mendorong lahirnya peluang usaha berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam, mengapresiasi sinergi PTFI, Keuskupan Timika, dan Koperasi Maria Bintang Laut dalam meningkatkan kapasitas perempuan pesisir.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan mengolah pangan bergizi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di kampung-kampung pesisir Mimika. (*)















Tinggalkan Balasan