VAKSIN– Puluhan tenaga medis di Puskesmas Mapurujaya mengikuti vaksinasi hepatitis pada Sabtu (13/4/2024). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Sebanyak 33 tenaga medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Mapurujaya menjalani imunisasi Hepatitis B di PKM Mapurujaya pada Sabtu (13/4/2024).
Imunisasi ini mengingat tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus Hepatitis B.
Dan ini merupakan komitmen pemerintah dalam melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dari penularan Hepatitis B, sekaligus sebagai upaya percepatan eliminasi hepatitis B pada tahun 2030.
Kepala PKM Mapurujaya, Onna Bunga kepada Timika eXpress disela-sela penerimaan imunisasi Hepatitis B mengatakan, imunisasi ini langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, sehingga menyasar tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, termausk di Mimika.
“Penyakit Hepatitis ini sangat berbahaya dan sangat cepat sekali menular, bahkan rentan terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan” ujarnya.
Pasalnya, Hepatitis merupakan penyakit radang pada organ hati manusia yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya virus Hepatitis B.
Infeksi virus tersebut dapat berkembang biak yang ditularkan melalui cairan tubuh dari pasien atau penderita penyakit Hepatitis B, dan ini dapat terjadi secara vertikal dari si penderita.
“Gejala penyakit Heptitis B akut diantaranya, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, gejala yang menyerupai flu seperti lelah, nyeri pada tubuh, sakit kepala dan demam tinggi.
Selain itu, nyeri pada bagian perut, mata dan kulit menjadi kuning.
“Kita imunisasi petugas medis dan tenaga kesehtaan karena sangat beresiko tinggi terpapar karena tenaga medis dan tenaga kesehatan mengalami kontak langsung dengan pasien penderita Hepatitis,” paparnya.
Onna tidak menampik, di Mimika kini, seluruh tenaga medis maupun tenaga kesehatan di rumah sakit maupun Puskesmas wajib melakukan skrining Hepatitis.
Khusus tenaga kesehatan akan menjalani imunisasi hepatitis pada gelombang kedua mendatang.
“Jadi imunisasi Hepatitis ini sudah dimulai sejak Sabtu (13/4/2024), namun baru PKM Mapurujaya yang sudah siap diimunisasi,” terangnya.
Ia menhyebut, PKM Mapurujaya memiliki 63 tenaga medis meliputi dokter, perawat, bidan dan analis, namun yang melakukan skrining dan pemeriksaan Hepatitis baru 33 orang.
“Medis yang masuk dalam resiko tinggi di PKM Mapurujaya ada 63 orang, tetapi yang diperiksa untuk tahap pertama sebanyak 44 orang dan yang divaksin sebanyak 33 orang. Ada 11 orang yang tidak divaksin, karena HBsAg reaktif ada 4 orang, kemudian HBs positif ada 7 orang. HBs positif itu mereka yang anti bodinya sudah terbentuk dalam melakukan vaksin Hepatitis sebelumnya. Selain itu, ada 19 medis yang belum melakukan pemeriksaan, sehingga akan dilakukan pada 23 April 2024 mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Onna, empat tenaga medis yang reaktif akan melakukan konsultasi dengan dr. Vini selaku penanggung jawab pada 23 April 2024 mendatang.
“Nanti saya selaku Kepala Puskesmas Mapurujaya yang akan ambil keputusan terhadap 4 tenaga medis tersebut apakah tetap bekerja seperti biasa atau istirahat sementara di rumah. Tapi, saya belum bisa ambil keputusan, karena belum tahun teman-teman yang reaktif ini mengalami Hepatitis menular atau Hepatitis bawaan atau turunan. Kalau Hepatitis turunan, berarti tidak berbahaya, tapi kalau berbahaya, maka kami akan rumahkan tenaga medis tersebut sambil melakukan pengobatan hingga tuntas dan bisa bergabung kembali di PKM Mapurujaya,” tambanya.
Dijelaskannya, untuk pemeriksaan Hepatitis dilakukan pengambilan darah pada pembuluh darah vena dan kapiler.
Adapun pemeriksaannya dilakukan dua kali, yaitu HBS dari pembuluh darah vena, sedangkan pemeriksaan Hepatitis B dari pembuluh darah kapiler.
“Dari situ dapat dilihat dan diketahui berapa banyak virus ataupun kuman Hepatitis di dalam tubuh tenaga medis yang reaktif,” tandasnya.“Dari situ dapat dilihat dan diketahui berapa banyak virus ataupun kuman Hepatitis di dalam tubuh tenaga medis yang reaktif,” tandasnya.
Onna menambahkan, imunisasi Hepatitis setelah tenaga medis, menyusul tenaga kesehata, kemudian TNI/Polri hingga masyarakat umum. (glt)















Tinggalkan Balasan