TIMIKAEXPRESS.id – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menyiapkan 20 unit minimarket atau kios bagi pengusaha lokal Amungme dan Kamoro.
Program ini akan resmi diluncurkan pekan depan dengan menghadirkan pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia (PTFI), tokoh masyarakat, serta para mitra usaha.
Kepala Devisi Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, menerangkan dari 20 unit usaha yang diprogramkan, dua unit usaha minimarket atas nama Yulita Omaleng dan Amon Omaleng saat ini sudah siap beroperasi, dengan stok barang segera dimasukkan.
Sedangkan 18 unit lainnya dalam penyelesaian atau finishing infrastruktur dan lainnya.
20 lokasi minimarket atau kios dari pelaku UMKM binaan YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI, ini tersebar di beberapa titik, antara lain SP4, Jalan C Heatubun (JalanBaru-Red), Kwamki Baru, Jayanti-Mimika Gunung, hingga ruas Jalan Trans Nabire.
“Program ini kami siapkan agar berkelanjutan, tidak berhenti sampai di sini. Masyarakat perlu dibina dan diedukasi melalui usaha seperti ini. Memberi uang tanpa pendampingan justru rawan gagal, karena itu kami pilih pola subsidi dan pembinaan,” ujar Oktovianus Jangkup.
Untuk mendukung program ini, YPMAK mengalokasikan subsidi sebesar Rp8 miliar pada tahap awal dari total kebutuhan Rp13 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendirikan dan melengkapi 20 unit minimarket binaan.
Melalui program subsidi dan pendampingan ini, YPMAK berharap para pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga dan komunitas.
Sebelum mulai menjalankan usahanya, 20 calon pengusaha binaan YPMAK diberikan pembekalan melalui Financial Literacy Program (FLP) yang berlangsung di Kampus STIE Jambatan Bulan (JB) pada Rabu (10/9). (vis)









Tinggalkan Balasan