PROSESI ADAT – Tokoh adat dari kelompok yang bertikai mengikuti prosesi adat perdamaian di Distrik Kwamki Narama, Mimika. Meski telah dilakukan ritual patah panah sebagai simbol perdamaian, konflik antara kelompok Dang dan Niwigalen hingga kini masih terus berlangsung. (FOTO: GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Konflik antarkelompok masyarakat Dang dan Niwigalen di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, hingga kini masih terus berlangsung meski berbagai upaya perdamaian telah dilakukan.
Konflik yang dipicu kasus perselingkuhan sejak November 2025 itu telah menelan 17 korban jiwa, terdiri dari 10 orang dari kubu Dang dan tujuh orang dari kubu Niwigalen.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, saat dikonfirmasi Kamis (18/6/2026), membenarkan kedua kelompok masih terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tradisional berupa panah.
Menurutnya, bentrokan masih terjadi meski pada 12 Juni 2026 telah dilaksanakan prosesi adat berupa patah panah dan penyembelihan dua ekor anak babi sebagai simbol perdamaian yang disaksikan Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Puncak, Polda Papua Tengah, dan Polres Mimika.
“Sampai saat ini kedua kelompok masih terlibat saling perang,” ujarnya.
Sebagai upaya penyelesaian, Polres Mimika bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan Majelis Rakyat Papua (MRP) telah mempertemukan kedua belah pihak.
Dalam pertemuan tersebut, kubu Dang meminta tambahan waktu dua pekan untuk proses rekonsiliasi dengan alasan jumlah korban dari kedua kubu belum seimbang.
Meski demikian, aparat bersama MRP telah menetapkan batas waktu penyelesaian konflik.
Jika hingga 20 Juni 2026 belum tercapai kesepakatan damai, kepolisian akan mengambil langkah penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“MRP juga sudah berkomitmen, apabila sampai 20 Juni belum ada perdamaian, maka kepolisian harus melakukan penindakan. Prosesi perdamaian diharapkan paling lambat terlaksana pada 22 Juni 2026,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, bentrokan dilaporkan masih terjadi di lokasi yang telah ditentukan dan tidak meluas ke wilayah lain.
Sementara aktivitas masyarakat dan pelayanan publik di Distrik Kwamki Narama tetap berlangsung normal dan kondusif. (via)















Tinggalkan Balasan