Lurah Wanagon, Yance Kristian Buinei (FOTO:MEGA IRIANTI/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Kelurahan Wanagon, Kabupaten Mimika, tengah menghadapi persoalan serius dalam penanganan sampah seiring pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman baru.
Keterbatasan armada dan minimnya anggaran menjadi kendala utama dalam pelayanan pengangkutan sampah.
Lurah Wanagon, Yance Kristian Buinei, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pelayanan sampah masih berjalan, namun belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
“Kami tetap berupaya maksimal, tetapi dengan hanya tiga petugas tentu belum cukup untuk melayani seluruh kawasan Wanagon yang terus berkembang,” ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Rabu (29/04/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan armada menyebabkan sejumlah wilayah, khususnya permukiman baru dengan volume sampah tinggi, belum terlayani secara maksimal.
Akibatnya, sampah di beberapa titik terpaksa ditumpuk sementara.
“Karena armada terbatas, ada wilayah yang belum bisa dijangkau. Sampah akhirnya ditumpuk di Jembatan SP2 sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, kondisi yang dihadapi juga cukup berat.
Dengan alokasi sekitar Rp46 juta per tahun melalui APBD, dana tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional di lapangan.
“Dengan anggaran seperti itu jelas tidak cukup, sementara kebutuhan terus meningkat, baik untuk operasional maupun perawatan,” katanya.
Menurut Yance, peningkatan volume sampah tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga dan fasilitas yang ada.
Kondisi ini bahkan mulai dirasakan oleh sejumlah wilayah lain di Mimika.
“Kalau tidak ada peran kelurahan, bisa dibayangkan kondisi sampah di kota ini. Banyak yang sudah kewalahan karena keterbatasan biaya dan tenaga,” ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada kelurahan dalam pengelolaan sampah, termasuk distribusi anggaran yang lebih merata hingga ke tingkat distrik dan kelurahan.
“Kami berharap ke depan anggaran tidak hanya terpusat, tetapi juga bisa dialokasikan ke kelurahan agar penanganan sampah lebih maksimal dan merata,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan