FOTO BERSAMA – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos., M.Tr.IP., didampingi Sekretaris DP3AP2KB Mimika, Sofia Narawena, A.Md., K.Keb., dan perwakilan PT Freeport Indonesia, foto bersama usai pembukaan workshop yang digelar Wahana Visi Indonesia. (FOTO:ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar workshop tentang peran distrik dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.

Workshop di Hotel Horison Ultima, Selasa (9/9) dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos., M.Tr.IP., serta dihadiri Sekretaris DP3AP2KB Mimika, Sofia Narawena, A.Md., K.Keb., dan perwakilan PT Freeport Indonesia.

Dalam sambutannya, Frans Kambu menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penurunan stunting harus dipastikan melalui program dan kegiatan terpadu di semua tingkatan, mulai dari kabupaten hingga desa.

“Intervensi pencegahan dan penurunan stunting perlu dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan holistik, melibatkan banyak pihak dan lintas sektor,” ujarnya.

Ia menekankan percepatan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan sektor swasta seperti PT Freeport Indonesia serta lembaga nonpemerintah, termasuk YPMAK dan WVI melalui program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia-PASTI-Papua.

“Pencegahan stunting di Mimika memerlukan keterpaduan program dan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran. Tanpa keterpaduan, target sulit tercapai,” tegas Frans.

Ia juga mengingatkan pentingnya konvergensi antar program pemerintah pusat, daerah, desa, maupun lembaga nonpemerintah demi mencapai target penurunan stunting di Mimika. (*/)