SUASANA – Suasana masyarakat saat berbelanja di TTI, di Jalan Poros SP5, Selasa (3/12) (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Guna memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di Mimika, Toko Tani Indonesia (TTI) yang terletak di Jalan Poros SP2- SP5, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika dan siap melayani.
TTI merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah dan berkualitas.
TTI merupakan bagian dari Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang bertujuan untuk menyerap produk pertanian dengan harga yang layak dan menguntungkan petani.
Khususnya bahan pangan pokok dan strategis, mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan strategi serta memberikan kemudahan akses konsumen atau masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis yang berkualitas, dengan harga yang wajar.
Yulius Koga, Kepala Dinas Ketahan Pangan saat ditemui Timika eXpress, Selasa (3/12) mengatakan, TTI dibangun mewarnai kegiatan pengendalian harga pangan dan sedikit banyak telah memberikan dampak bagi masyarakat utamanya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Masyarakat dan pegawai banyak yang berbelanja kebutuhan pokok disini. Dan harga pangan yang ditawarkan juga relatif terjangkau mulai dari Rp 5 ribu hingga 100 ribu,” ungkapnya.
Adapun beberapa komoditas yang ditawarkan di TTI diantaranya, harga pisang Rp 10 ribu per sisir, pepaya Rp 8 ribu, singkong Rp 25 ribu, bawang merah Rp 50 ribu, bawang putih Rp 40 ribu, cabai rawit Rp 50 ribu per kilogram, cabe keriting Rp 60 ribu per kilogram, cabe besar Rp 50 ribu per kilogram, telur Rp 55 ribu, sagu Rp 10 ribu per potong, daun singkongRp 5 ribu, daun pepaya Rp 5 ribu ikan per kg Rp 35 ribu, keripik Rp 20 ribu, es krim sagu Rp 10 ribu. Ayam Rp 43 ribu per kilogram, ikan Rp 35 ribu per kilogram.
Dia menjelaskan, pihaknya masih bekerjasama dengan Bulog, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian yang sering mensuplai pangan mulai dari hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 Wit hingga 17.00 WIT.
“Tentu nya dengan adanya toko tani ini dapat membantu para petani yang kesulitan untuk menjual hasil panenan,”pungkasnya. (bob)








Tinggalkan Balasan