Viral, Driver Maxim Diintimidasi di Bandara Mozes Kilangin

INTIMIDASI – Salah satu driver online Maxime saat diintimidasi kawanan sopir taksi gelap di kawasan terminal baru sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (2/5/2024). (FOTO:TANGKAPAN LAYAR)

TIMIKAEXPRESS.id – Sejak beroperasinya layanan tranportasi online Maxim di Kabupaten Mimika, Papua Tengah mendapat apresiasi positif masyaraat di wilayah setempat.

Maxim dengan target aplikator penyedia layanan ride-hailing, dimana masyarakat dapat menggunakan beragam layanan Maxim, ini tidak hanya untuk kebutuhan transportasi online, tapi juga pemesanan dan pengiriman barang secara online.

Sayangnya, kehadiran Maxim oleh kawanan taksi ‘gelap’ di Mimika dinilai sebagai sebuah ancaman akan pendapatan taksi gelap maupun angkutan kota yang masih beroperasi kini.

Kenyataan ini menimbulkan kecemburuan hingga tindakan intimidasi dari kawanan sopir taksi gelap terhadap driver online Maxim yang masuk dan mengambil penumpang dari terminal baru sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika.

Sebagaimana keterangan dari salah satu sopir taksi gelap, bahwa di daerah mana saja, taksi online tidak boleh masuk dan ambil penumpang di Bandara, kecuali menurunkan penumpang.

“Ini karena masing-masing punya porsi atau lahan sehingga saling menguntungkan. Untuk itu, pemerintah melalui dinas terkait dan stakholder terkait harus menggelar pertemuan secara saksama sehingga ke depan tidak lagi ada kecemburuan berujung intimidasi dan lain-lain yang tidak dikehendaki terjadi,” ujar sopit taksi gelap yang enggan namanya dikorankan.

Seperti video viral yang diposting di akun facebook Info Kejadian Kota Timika pada Kamis (2/5/2024).

Dalam video berdurasi 26 detik itu nampak jelas aksi kawanan sopir taksi gelap di kawasan terminal baru sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, melakukan intimidasi terhadap seorang driver (sopir) online Maxim.

Dalam video tersebut, kawanan sopir taksi gelap di Bandara mengancam bahkan melarang driver online Maxim tidak lagu memasuki area bandara untuk mengambil atau menjemput penumpang.

Sikap tegas ini lantaran kawanan sopir taksi gelap merasa hadirnya online Maxim membuat pendapatan mereka menurun.

Dalam video itu juga salah seorang sopir taksi gelap mengatakan, ‘Saya sudah foto dia (driver Maxim). Saya tidak pukul kamu,” ujar salah satu sopir taksi gelap yang nangkring di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Viralnya video perseteruan soal taxi online Maxim ini lantas menuai beragam komentar positif dan negatif dari para netizen.

Yang mencengangkan, soal mahalnya ongkos tranportasi sepeda motor ojek dan mobil taksi gelap dari bandara menuju Kota Timika.

Ojek yang bukan merupakan transportasi resmi pun memasang tarif semaunya sesuai jarak tempuh.

Sama halnya dengan taksi gelap, untuk rute dari Bandara menuju kawasan Jalan Hasanuddin, tarifnya tidak kurang dari Rp 150 ribu, sementara kalau layanan online maxim car hanya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu.

Salah satu warga pengguna layanan online Maxim mengatakan, harus diakui untuk kebutuhan transportasi, Maxim menghadirkan layanan bike bagi pengguna jasa menggunakan sepeda motor, layanan car untuk perjalanan menggunakan mobil, dan layanan car L untuk perjalanan menggunakan mobil dengan kapasitas hingga 6 orang penumpang.

Dari berbagai aspek, kehadiran Maxim sangat menunjang mobilitas masyarakat, baik dalam layanan ride-hailing dan delivery.

Disamping itu, Maxim juga berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tapi, supaya tidak ada saling cemburu, apalagi intimidasi, baiknya para pihak terkait harus duduk bersama dan carikan solusi terbaik, sebab secara legalitas, Maxim merupakan layanan transportasi online resmi,” tandasnya. (tim)