Berita TimikaHUKRIM

Terkait Mobil Bodong, Polisi Periksa 7 Orang Saksi di Bali dan Makassar

Iptu Fajar Zadiq (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Mimika sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi di dua provinsi yang berbeda yaitu Bali dan Makassar.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq kepada Timika eXpress via ponsel pada Senin (29/4) mengatakan, ada 4 orang saksi yang telah diperiksa di Bali yaitu inisial R, I, D dan inisial A. Sedangkan di Makassar ada 3 orang saksi yaitu H, R dan M.

“Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku MJF (sudah diamankan) bermain sendiri tanpa diketahui oleh Finance atau perusahaan ataupun diller yang mengeluarkan mobil tersebut. Sehingga para korban langsung menyerahkan uang kepada pelaku dan atas inisiatif pelaku sendiri untuk menjual mobil-mobil tersebut di Timika,” ujarnya.

Dalam berita sebelumnya, Satreskrim Polres Mimika berhasil mengungkap sindikat kasus penjualan mobil bodong di Timika dalam press release yang digelar di Kantor Satreskrim Polres Mimika di Mile 32 pada 6 April 2024 lalu.

Press release tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol Hermanto didampingi Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq.

Wakapolres Mimika menjelaskan, terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan dari salah satu korban berinisial RT. Hal ini lantaran korban merasa ditipu oleh pelaku berinisial MJF (38).

RT pun melaporkan MJF pada 6 Maret 2024. Sehingga pelaku MJF akhirnya ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor:LP/B/126/III/2024/SPKT/Polres Mimika/Polda Papua di Jalan Kartini Ujung pada 28 Maret 2024 sekitar pukul 14.48 WIT.

“Pada saat itu, pelaku menghubungi RT selaku pemegang mobil dan mengatakan bahwa mobil Avanza abu-abu dengan nomor polisi N 1239 SI yang digunakan oleh korban RT masih ada tunggakan, sehingga pelaku menyuruh RT agar segera melunasi, namun RT menolak,” jelasnya.

Lanjut Wakapolres, korban kemudian membawa mobil tersebut ke Polres Mimika guna diamankan, namun pelaku malah mengambil mobil tersebut dan membawa kabur ke arah Nawaripi.

Kemudian pelaku menjual mobil tersebut ke salah satu showroom di Timika dengan harga Rp162 juta dan dibayarkan sebesar Rp132 juta dan sisa Rp30 juta dilunasi ketika sudah ada BPKB mobil tersebut.

“Pelaku melakukan penarikan mobil tersebut dari tangan R, karena ada yang tidak beres, sehingga langsung diselidiki oleh polisi,” jelasnya.

Selang beberapa hari, pelaku mendatangi showroom tempat dirinya menjual mobil tersebut untuk meminta sisa uang pembayaran sebesar Rp30 juta.

“Korban RT pun langsung menuju ke showroom tersebut, lantaran mengetahui mobil miliknya telah dijual oleh MJF. Ketika tiba, pihak showroom meminta uang Rp 162 juta, karena mobilnya itu telah dijual oleh pelaku,” jelasnya.

Lanjut Wakapolres, pelaku juga telah menjual mobil lainnya ke salah satu warga di Timika berinisial HS seharga Rp150 juta.

“HS telah memberikan uang sebanyak Rp130 juta kepada pelaku, akan tetapi mobil yang dibeli itu tak datang. Sehingga HS meminta pelaku agar mengembalikan uang yang sudah diberikan, namun pelaku hanya kembalikan Rp100 juta,” jelasnya.

Wakapolres mengatakan, pelaku MJF mengakui perbuatannya dan telah menarik mobil bodong di Timika sebanyak 19 unit.

“Jadi mobil-mobil ini adalah bodong, karena tidak dilengkapi dengan surat-surat mobil. Rata-rata mobil ini didatangkan dari daerah Sulawesi. Sebanyak 19 unit mobil itu telah ditarik oleh pelaku, dan menjual kembali agar mendapat keuntungan,” jelasnya.

Dikatakannya, sebanyak 6 unit mobil sudah dikirim ke Makassar, 13 diidentifikasi di Timika, 8 telah disita kepolisian dan 3 sisanya belum diamankan.

Atas perbuatan tersebut, pelaku MJF dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (glt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button