Kepala BLUD PKM Mapurujaya, Onna Bunga (FOTO:GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Ratusan warga di wilayah Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, terdeteksi positif malaria tanpa menunjukkan gejala klinis.

Temuan ini diperoleh dari hasil skrining aktif yang dilakukan oleh kader kesehatan di tengah masyarakat.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Mapurujaya mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 1.613 kasus malaria yang masuk dalam daftar 10 besar penyakit di wilayah tersebut.

Kepala BLUD PKM Mapurujaya, Onna Bunga, mengatakan sebagian besar kasus malaria ditemukan melalui pemeriksaan langsung di lapangan, bukan dari pasien yang datang berobat ke fasilitas kesehatan.

“Banyak kasus malaria yang tidak bergejala. Namun saat dilakukan skrining, hasilnya positif,” ujarnya.

Menurut dia, peran kader malaria sangat penting dalam mendeteksi kasus secara dini.

Dalam satu kali kegiatan pemeriksaan, seorang kader bahkan dapat menggunakan hingga 100 alat Rapid Diagnostic Test (RDT).

“Kasus yang datang ke puskesmas tidak terlalu banyak. Justru lebih banyak ditemukan oleh kader yang melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah,” katanya.

Selain malaria, sejumlah penyakit lain juga tercatat dalam 10 besar, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), vulnus, common cold, myalgia, dyspepsia, diare, abses, hipertensi esensial, febris, dan dermatitis kontak alergi.

Untuk menekan penyebaran malaria, tim kesehatan lingkungan (Kesling) melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk survei jentik nyamuk serta pembagian abate di titik-titik genangan air di kampung-kampung.

Pihak puskesmas berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti pemeriksaan kesehatan dapat membantu menekan angka kasus malaria di wilayah tersebut. (*)

Penulis : Gren Telaubun
Editor   : Maurits SDP