RAKERNAS KSPI – Anggota DPD RI Yorrys Raweyai menyampaikan pandangannya terkait tantangan dunia ketenagakerjaan saat menghadiri pembukaan Rakernas KSPI 2026 di Jakarta. Yorrys menyoroti persoalan outsourcing, PHK, hingga pentingnya perlindungan dan kesejahteraan pekerja. (FOTO:DOK.PRIBADI)
JAKARTA, timikaexpress.id – Anggota DPD RI, Yorrys Raweyai, menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan di Indonesia, mulai dari sistem kerja alih daya (outsourcing), pemenuhan upah layak, hingga meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hal itu disampaikan Yorrys saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 yang berlangsung di Jakarta, 23-24 Juni 2026.
Menurut Yorrys, pekerja merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, aspirasi dan kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian bersama melalui kebijakan yang berpihak kepada buruh.
“Memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja memang bukan tugas yang ringan. Namun saya yakin, dengan komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pekerja, berbagai tantangan ketenagakerjaan dapat dihadapi secara baik,” ujarnya.
Ia menilai dunia ketenagakerjaan kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Persoalan outsourcing, tuntutan upah yang layak, meningkatnya PHK, hingga penguatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja memerlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Selain itu, Yorrys menekankan pentingnya pelibatan organisasi pekerja dalam penyusunan maupun penyempurnaan regulasi ketenagakerjaan, termasuk revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Menurutnya, keterlibatan tersebut penting untuk menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkeadilan.
Karena itu, Yorrys memandang Rakernas KSPI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pekerja dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada buruh.
“Rakernas KSPI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang menyatukan aspirasi, melahirkan gagasan, dan memperkuat komitmen bersama untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap Rakernas menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di tengah dinamika ekonomi nasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KSPI, Ramidi, mengatakan Rakernas 2026 mengusung tema “Pemerintah Bersih, Buruh Sejahtera”.
Forum tahunan tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan program perjuangan organisasi ke depan.
Ramidi menjelaskan, KSPI saat ini menaungi 12 federasi di 38 provinsi dengan sekitar 1,2 juta anggota, di mana sekitar 800 ribu di antaranya merupakan anggota aktif yang tersebar di 350 kabupaten dan kota.
“Rakernas ini merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah strategis perjuangan organisasi ke depan,” ujarnya.
Rakernas KSPI 2026 turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, jajaran Polri, perwakilan International Labour Organization (ILO), serta Presiden KSPI Said Iqbal yang juga menjabat sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. (tim)















Tinggalkan Balasan