FOTO – Direktur Utama PT. HAL, Fenty Widyawati saat foto bersama perwakilan Kapolri, Irjen Pol. Bambang Rudi Pratikno dan Komisaris PT. HAL, Panius Kogoya dan tamu undangan usai acara pembukaan pengoperasian pembagunan infrastruktur Groundbreaking Capex Site di Jalan Trans Nabire, Sabtu (18/1) (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – PT Honai Ajkwa Lorentz (HAL) dan PT Tambang Mineral Papua (TMP) bakal menyerap tenaga kerja dengan prioritas Orang Asli Papua (OAP) 80 persen dan 20 persen tenaga kerja dari luar Papua, dengan dibukanya pabrik semen dan keramik di Timika, Papua Tengah.

Komitmen ini disampaikan pada pembukaan pengoperasian pembagunan infrastruktur pabrik semen dan keramik berbahan baku tailing PT. Freeport Indonesia (PTFT) melalui groundbreaking Capex Site, yang dirangkaikan dengan doa bersama dan ritual ada ‘bakar batu’ yang gelar di Honcen Waga-waga, Jalan Trans Nabire, Distrik Kuala Kencana, Mimika-Papua Tengah, Sabtu (18/1/2025).

Pembukaan dihadiri langsung Direktur Utama PT HAL, Fenty Widyawati, Irjen Pol. Bambang Rudi Pratikno, Komisaris PT HAL Panius Kogoya, masyarakat adat serta tamu undangan lainnya.

Rencana pemangunan pabrik semen dan keramik di atas lahan seluas 9 hektare milik Panius Kogoya, akan menggunakan tailing PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai bahan baku utama.

Panius Kogota selaku pemangku adat tujuh suku juga Komisaris PT HAL, dalam sambutannya, mengatakan, hanya dengan kerja sama yang baik, maka kegiatan industri ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di Mimika, terlebih khusus Orang Asli Papua (OAP).

Untuk itu, Panius Kogoya mengimbau kepada masyarakat 7 suku agar memberikan dukungan, sehingga pabrik semen dan keramik bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Perusahan ini hadir untuk meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua. Dimana 80% OAP bakal direkrut menjadi tenaga kerja di pabrik ini,” ungkap Panius.

Pasalnya, pabrik semen dan keramik ini akan menggunakan sumber daya alam yang ada, yaitu limbah tailing PTFI.

“Jadi, pengolahan limbah tailing untuk bahan baku semen dan keramik, ini dapat mencegah bencana alam di Mimika beserta manusianya,” jelas Panus berharap operasional industri semen dan keramik ini harus menjadi milik bersama, dan tidak boleh ada pertengkaran.

“Semua aktifitas, termasuk produktivitas dari pabtik ini harus menghasilkan kehidupan manusia, terlebih bagi masyarakat OAP di Mimika,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT HAL, Fenty Widyawati menjelaskan bahwa pembangunan pabrik semen dan keramik ini merupakan wujud nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Timika melalui pemanfaatan tailing sebagai bahan baku utama dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kami harap keberadaan pabrik ini dapat menjaga harga semen di Papua lebih terjangkau, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan bagi wilayah Papua,” ujarnya.

Dikatakan Fenty, mega proyek ini memiliki total investasi sekitar Rp 3,1 triliun.

Dimana tahap awal pembangunan akan dialokasikan anggaran sebesar Rp 156 miliar untuk pelaksanaan kegiatan selama satu semester.

“Kegiatan awal mencakup pembabatan dan pembersihan akses jalan utama, jembatan, serta persiapan lahan Capex Site seluas 9 hektar. Pemagaran seng akan dilakukan sebanyak tiga tahap di area infrastruktur Capex,” jelasnya.

Selain itu, untuk memastikan keamanan dan kelancaran pekerjaan di wilayah Capex Site, sejumlah pemuda gereja dan masyarakat adat akan dilibatkan di bawah pengawasan langsung Panius Kogoya selaku pemangku adat, dan hal ini akan diberitahuan secara resmi ke BUMD Papua.

Ia menyebut, dalam masa pembangunan pabrik, manajemen akan melaksanakan proses rekrutmen dan seleksi calon tenaga kerja secara berkala setiap triwulan.

Gelombang pertama pendaftaran lamaran kerja akan dibuka pada 10 Januari 2025 hingga 31 Maret 2025. Proses seleksi tenaga kerja akan dilaksanakan pada 15-20 April 2025, dan pengumuman penerimaan tenaga kerja dijadwalkan pada 30 April 2025.

Bagi karyawan yang diterima akan mendapatkan pelatihan dan pendidikan yang diawali dengan seminar dan diakhiri dengan workshop guna meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam mendukung operasional perusahaan.

PT. Honay Ajkwa Lorentz juga akan memberikan kesempatan kerja dengan prioritas bagi Orang Asli Papua (OAP) 80%, sementara 20% dialokasikan untuk tenaga kerja dari luar Papua.

“Kami percaya bahwa proyek pembangunan pabrik ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dengan menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan roda perekonomian lokal, serta meningkatkan daya tarik bagi investor lokal maupun asing untuk bergabung bersama kami,” pungkasnya.

Selanjutnya, perwakilan Polri, Irjen Pol. Bambang Rudi Pratikno dalam sambutannya, mengatakan saat ini tata kelola negara sedang diperbaharui untuk masyarakat.

“Kapolri memerintahkan kepada seluruh jajaran supaya mensuport semua aspek pembagunan di bidang idiologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan yang berkembang di Mimika,” ujarnya.

Irjen Pol. Bambang Rudi Pratikno menyebutkan bahwa Kapolri sudah memerintahkan jajarannya agar terbuka dan selalu berkoordinasi apabila ada hambatan mengganggu proses pembangunan di semua lini sektor.

“Groundbreaking pabrik semen dan keramik ini diharapkan mensuport pembagunan di Papua Tengah,” ungkapnya.

Ia menambahkan kiranya informasi tata kelola dan kebijakan ini perlu sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah sesuai peraturan yang sudah disepakati bersama dalam membangun negeri.

“Mudah-mudahan semua bisa dikoordinasikan dengan baik dari daerah hingga ke pusat. Kita ingin memecahkan suatu masalah itu bersama-sama menuju Indonesia emas dalam pembangunan nasional,” pungkasnya. (via)