Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun (FOTO:MEGA IRIANTI/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait aspek teknis dan administrasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, mengatakan hingga saat ini program MBG di daerah masih berada pada tahap koordinasi dan belum berjalan optimal.

“Program ini merupakan program nasional. Di daerah kami hanya berperan dalam koordinasi dan menyiapkan dukungan, seperti lokasi pembangunan dapur SPPG,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, sebelum program MBG diluncurkan, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan telah lebih dulu menjalankan program pemberian makanan tambahan, khususnya bagi siswa di wilayah pesisir dan pegunungan.

Terkait implementasi MBG, Antonius menyebut pihak pelaksana sempat menyampaikan rencana pembangunan sekitar 18 titik dapur SPPG.

Namun, keberadaan 18 SPPG sejak mulai operasi Juli 2025, hingga kini belum optimal terkait kelengkapan administrasi.

Menurut dia, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keakuratan data penerima manfaat.

Ia mengungkapkan masih ditemukan data siswa yang tidak valid, seperti sudah pindah atau meninggal dunia namun masih tercatat.

“Kalau data tidak diperbarui, distribusi bisa tidak tepat sasaran. Ada yang kekurangan, ada juga yang berkelebihan,” katanya.

Selain itu, koordinasi antara pelaksana program di tingkat kabupaten dengan Dinas Pendidikan dinilai belum maksimal.

Hingga kini, belum ada penyampaian resmi terkait mekanisme distribusi, durasi program, maupun jumlah kebutuhan secara pasti.

“Komunikasi yang ada masih sebatas lisan dan belum dituangkan dalam surat resmi yang menjelaskan teknis pelaksanaan secara menyeluruh,” ujarnya.

Dinas Pendidikan berharap koordinasi ke depan dapat diperkuat agar program MBG dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis : Mega Irianti
Editor.  : Maurits Sadipun