LUNCURKAN PROGRAM – Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (21/7/2026). (FOTO:IST/HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)

NABIRE, timikaexpress.id – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak Orang Asli Papua (OAP).

Program yang diluncurkan Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (21/7/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah sekaligus menandai dimulainya salah satu program prioritas pemerintah daerah.

Pada tahap awal, Program BANGKIT akan menjangkau sekitar 1.000 balita OAP di distrik-distrik terpilih di Kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya.

Bantuan tunai yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) akan diberikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak pada masa emas pertumbuhan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Eliezer Yogi, mengatakan Program BANGKIT dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan anak-anak OAP secara berkelanjutan.

“Program ini menjadi langkah awal membangun generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Tahap pertama dilaksanakan di empat kabupaten sebelum diperluas ke seluruh wilayah Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penerima manfaat benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, Gubernur Meki Nawipa menegaskan Program BANGKIT merupakan respons pemerintah terhadap tingginya angka stunting dan kemiskinan di Papua Tengah.

“Prevalensi stunting di Papua Tengah masih mencapai 32,5 persen, sedangkan angka kemiskinan sekitar 28,9 persen. Karena itu, program ini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi Papua Tengah yang lebih sehat dan sejahtera,” katanya.

Menurut Meki, Program BANGKIT telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sehingga implementasinya dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain memperkuat kesehatan dan gizi balita, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus berinvestasi di sektor pendidikan melalui pembiayaan sekitar 550 mahasiswa asal Papua Tengah, dukungan pendidikan bagi 58.920 siswa SMP dan SMA, serta penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 2.444 siswa.

Peluncuran Program BANGKIT ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, serta Puncak Jaya sebagai daerah pelaksana tahap awal.

Kesepakatan tersebut mencakup penyelarasan kebijakan, pemanfaatan dan pemutakhiran data, penguatan koordinasi, hingga pembentukan sekretariat bersama guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.

Program BANGKIT disusun dengan dukungan SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), program kemitraan Australia–Indonesia yang mendampingi pemerintah daerah dalam penguatan tata kelola, pemanfaatan data, dan koordinasi lintas sektor.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap Program BANGKIT menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi OAP yang sehat, cerdas, tangguh, dan mampu bersaing di masa depan. (*)