RUSAK – Kantor Polsek Pelabuhan Pomako di Distrik Mimika Timur rusak diserang seratusan warga Kampung Asmat pada Kamis (18/9) lalu. (FOTO: ANTARA)

TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resor (Polres) Mimika, Papua Tengah, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca-perusakan Markas Polsek Pelabuhan Poumako oleh massa pada Kamis (18/9/2025).

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman di Timika, Minggu (21/9/2025), mengatakan tidak ada anggota polisi yang terluka dalam insiden tersebut.

“Hanya saja, kondisi kantor Polsek Pelabuhan Poumako sangat memprihatinkan. Kaca, kursi, meja, pintu, hingga tandon air dirusak bahkan dipecahkan menggunakan kapak. Hingga saat ini pelaku vandalisme belum tertangkap,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa penyerangan itu dipicu kecelakaan lalu lintas.

Sebuah truk dari Kota Timika menuju Pelabuhan Poumako menabrak seorang warga Kampung Asmat hingga meninggal dunia.

Sopir truk yang ketakutan kemudian melarikan diri dan menyerahkan diri ke kantor Polsek Pelabuhan Poumako.

“Ketika petugas sedang memeriksa pengemudi tersebut, tiba-tiba sekitar 100 warga Kampung Asmat datang menyerang Polsek Poumako. Mereka menuntut agar sopir segera diserahkan untuk diadili massa,” jelas AKBP Billy.

Massa juga membawa senjata tajam seperti parang, kapak, busur, batu, dan tongkat saat menyerang kantor polisi.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polres Mimika menambah pengamanan dengan 50 personel Brimob Detasemen B Polda Papua Tengah.

Kapolres Mimika AKP Hendri Alfredo Korwa menyebutkan kondisi di wilayah Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, kini berangsur kondusif.

Jalan menuju Pelabuhan Poumako yang sebelumnya diblokir warga sudah dibuka kembali. (*/)