Ronal Kambuh (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Mimika menyoroti proses pengadaan yang rencananya akan dilakukan pelelangan di Desember 2024.

Terkait dengan itu, PJ Bupati Mimika dalam hal ini Valentinus S Sumito, diharapkan menunda rencana tersebut dan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap kinerja Pokja.

Hal tersebut disampaikan Ronal Kambuh, Ketua TUK Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi) Mimika dalam keterangan tertulis yang diterima Timika eXpress, Kamis (5/12).

Pasalnya, persoalnnya bukan pada waktu yang mepet, yang mungkin menyebabkan proyek tidak terselesaikan serta berimbas pada penyerapan anggaran.

Salah satu masalah adalah ribuan paket dari seluruh OPD di lingkup Pemkab Mimika hanya ditangani oleh beberapa Pokja.

Ini menyebabkan tidak efisien dan efektiv sehingga perlu dievaluasi untuk melakukan  perbaikan sekaligus penambahan tenaga Pokja pengadaan dan peningkatan kapasitas mengenai pemahaman aturan tender.

Sehingga pokja juga tidak bermain-main dalam proses pengadaan. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar PJ Bupati segera mengeluarkan Perbup untuk membantu pengusaha Orang Asli Papua (OAP), dimana Perbub ini memuat poin-poin khusus yang dapat dipakai oleh Pokja sebagai solusi untuk membantu kelancaran  proses tender.

Sehingga Pokja tidak butuh waktu lama sampai berminggu-minggu untuk melakukan evaluasi, dimana setiap proses tender tidak perlu waktu lama sesuai peraturan LKPP cukup 5 hari atau minimal 1 minggu sedah selesai.

“Kami memberikan contoh tahun ini ada paket pekerjaan yang prosesnya berhenti di tahapan evaluasi. Sampai waktunya mepet dan dinyatakan gagal tender. Ada juga yang prosesnya harus diulang sampai 3 kali. Kami juga temukan Pokja sakit sehingga prosesnya tertunda. Maka kami minta supaya segera dilakukan evaluasi sehingga masalah ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (bob)