PALANG – Anggota Aliansi Pemuda Amungsa (APA) saat melakukan pemalangan pintu Kantor BKPSDM Mimika sambil melakukan ritual adat Kamoro, Selasa (11/11). (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Amungsa (APA) kembali melakukan aksi pemalangan pintu masuk Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika di Jalan Poros SP 5, Distrik Iwaka, Selasa (11/11).
Pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus mempertanyakan kejelasan lantaran belum adanya kepastian terkait kuota khusus penerimaan CPNS bagi anak-anak asli suku Amungme dan Kamoro.
Ketua APA, Elois Kemong, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan karena aspirasi mereka belum mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Pemalangan hari ini dilakukan dengan adat saudara kami dari suku Kamoro, untuk menggugah hati Pemkab agar mau bertemu dan memberi penjelasan terkait tuntutan ini,” ujarnya.
Menurutnya, tuntutan tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) yang memberikan ruang afirmatif bagi orang asli Papua dalam rekrutmen ASN.
“Aksi kami lakukan tanpa kriminalitas maupun perusakan fasilitas. Sebelumnya kami sudah surati dan mendatangi kantor pemerintah untuk berdialog, tetapi tidak ada respon, sehingga hari ini kami palang kantor BKPSDM,” jelas Elois.
Ia menegaskan, pemalangan tidak akan dibuka sebelum Pemkab Mimika memberikan tanggapan resmi atas tuntutan mereka.
“Hari ini kami tetap palang karena tidak ada respon baik dari Kepala, Kabid, maupun staf BKPSDM,” tegasnya. (via)















Tinggalkan Balasan