Petrus Yumte (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte mengimbau kepada dinas terkait, agar kedepannya dapat memeberikan sosialisasi kepada para calon aparatur sipil negara (CPNS) terkait dengan rekruitmen.
Sosialisasi ini tujuannya agar memberikan pemahaman kepada para calon pelamar supaya tidak terjadi kesalahanpahaman yang berujung demo seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
Ditemui Timika eXpress di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) pada Senin (25/11), Petrus mengatakan bagi para pelamar masih ada yang bingung dengan sistem.
Bukan hanya sistem bahkan pemilihan formasi juga belum sepenuhnya dipahami.
Di Mimika kuota sebanyak 257 yang kosong yang ada di beberapa formasi sementara beberapa formasi lainnya tertumpuk, hal ini yang membuat persaingan formasi semakin ketat karena jumlah calon pelamar banyak.
“Untuk itu BKPSDM dapat memeberikan pemahaman dan sosialisasi bagi masyarakat atau calon pelamar yang mengikuti tes agar dapat dipahami, sehingga saat mengambil formasi dapat sesuai dengan ijazah, kuota agar tidak menumpuk,”jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pemerintah sedang berusaha membuat sistem yang baik untuk persiapan CPNS dan sekolah kedinasan yang akan datang.
Tentunya pemerintah akan membuat bimbingan belajar bagi 50 orang dari suku Amungme, Kamoro dan Papua lainnya.
Hal tersebut agar masyarakat asli dapat mempunyai potensi untuk melamar.
Petrus mengatakan, banyak pengangguran yang ingin melamar jadi ASN, itu adalah akibat dari sistem pendidikan yang kurang bagus di Mimika karena tes CPNS ini untuk orang-orang yang benar-benar siap masuk dalam dunia kerja.
“Harus ada tanggung jawab pemerintah untuk menjawab apa yang dituntut oleh para pelamar CPNS khususnya Orang Asli Papua dan setiap tuntutan pelamar dapat diakomodir,” pungkasnya. (bob)








Tinggalkan Balasan