TABUH TIFA – Pj Sekda Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, menabuh tifa sebagai tanda dibukanya Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Nabire, Senin (20/7/2026). Seminar tersebut menjadi langkah Pemprov Papua Tengah memperkuat mutu pendidikan sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin, dan berintegritas. (FOTO: IST/HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)

NABIRE, timikaexpress.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Program ini tidak hanya dimaknai sebagai penambahan jam belajar, tetapi menjadi strategi membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, dan berintegritas.

Komitmen tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, pada Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah di Nabire, Senin (20/7/2026).

Silwanus mengatakan seminar tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Papua Tengah.

“Seminar ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan SSH sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan generasi Papua Tengah yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan berintegritas,” katanya.

Menurutnya, SSH tidak boleh dipahami sebatas penambahan waktu belajar di sekolah.

Program tersebut harus mampu memperkuat kualitas pembelajaran, membentuk karakter peserta didik, mengembangkan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah agar setiap anak memiliki ruang berkembang secara optimal.

“SSH tidak hanya menambah jam belajar, tetapi juga harus memperkuat proses pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta pendampingan peserta didik secara terarah,” ujarnya.

Ia menegaskan, sekolah yang menerapkan SSH harus menjadi contoh penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, metode pembelajaran yang inovatif, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Dengan demikian, sekolah diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Silwanus berharap seminar tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan menghasilkan langkah operasional yang jelas beserta sistem evaluasi berkala dengan melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan arahan gubernur agar pemerintah provinsi bersama delapan pemerintah kabupaten mulai menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan SSH.

Mulai Tahun Anggaran 2027, pemerintah daerah diminta memenuhi ketentuan pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus untuk sektor pendidikan.

“Anggaran tersebut harus mendukung pemenuhan Standar Nasional Pendidikan sekaligus operasional Program Sekolah Sepanjang Hari,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan SSH membutuhkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah. Dinas PUPR diharapkan mendukung pembangunan infrastruktur sekolah, Dinas Kominfo memastikan akses internet, sementara PT PLN diminta menjamin ketersediaan listrik agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

Pemprov Papua Tengah juga menegaskan bahwa pelaksanaan SSH tidak boleh hanya dinikmati sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.

Program tersebut secara bertahap akan diperluas hingga wilayah pedalaman, seperti Topo, Siriwo, dan daerah terpencil lainnya.

“Pemerataan mutu pendidikan merupakan komitmen agar setiap anak Papua Tengah memperoleh layanan pendidikan yang setara,” tegasnya.

Untuk mendukung pemerataan tersebut, pemerintah menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM di tingkat provinsi maupun kabupaten segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik sesuai kebutuhan di lapangan.

“Jangan ada sekolah yang kelebihan guru, sementara sekolah di pedalaman masih kekurangan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Silwanus mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan transformasi pendidikan di Papua Tengah.

“Investasi terbaik bagi masa depan adalah pendidikan yang berkualitas. Mari satukan visi dan langkah agar Program Sekolah Sepanjang Hari benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh anak Papua Tengah,” pungkasnya. (*)