ANTRE – Keluarga dari pasien ODGJ mengantri guna konsultasi agar mendapatkan pengobatan di Puskesmas Pasar Sentral. (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pasien atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) didampingi keluarganya mengikuti konsultasi psikologi dan pengobatan gratis yang diinsiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika.

Layanan yang dibuka di Puskemas Pasar Sentral selama dua hari sejak Jumat-Sabtu, 7-8 Juni 2024 cukup diapresiasi dari banyaknya ODGJ yang hadir.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Rizal Ubra melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Obet Tekege, SKM,M.P.H menjelaskan ada beberapa faktor penyebab terjadinya ODGJ, salah satunya karena persoalan ekonomi, dimana penangananya harus sesuai tingkatan, karena ada ganguan jiwa ringan, sedang  dan berat.

Untuk itu, dari layanan ini, dokter spesialis kejiwaan melakukan screening untuk mengetahui dan memastikan pasien ODGJ berada dalam kategori  apa, sehingga penangananyapun tepat sasaran.

“Jadi kita screening dulu pasien, apabila diduga gangguan jiwa, kita berikan pengobatan, namun kita lihat lagi tingkatannya rendah atau tinggi. Setelah itu kita sesuaikan penanganannya maupun pengobatannya,” jelas Obet kepada Timika eXpress di Puskesmas Pasar Sentral, Jumat kemarin.

Obet Tekege SKMM.P.H

Kata Obet, dibukanya laanan ini merupakan tindaklanjut Dinkes Mimika melalui kolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Kami Dinkes bekerjasama dengan FKUB dari melakukan pengecekan, bimbingan konseling serta mendoakan pasien ODGJ dari rumah ke rumah, Kemudian dilakukan lagi koordinasi bersama pihak keamanan dengan maksud apabila ada pasien ODGJ yang melakukan hal yang tak terduga dapat ditangani sesegera mungkin,” paparnya.

Dari kerja sama ini, Dinkes Mimika kemudian melakukan koordinasi dengan pihak  Rumah Sakit Jiwa di Jayapura lantas mendatangkan langsung dokter spesialis melakukan layanan konsultasi psikologi dan pengobatan gratis.

“Bila nanti dokter spesialis tersebut balik ke Jayapura , Puskemas tetap membuka layanan konsultasi gratis bagi pasien ODGJ. Kita akan terua pantau perkembangan pasien, termaksud jumlah obat yang harus diberikan dengan tetap berkonsultasi ke dokter spesialis,” demikinan Obet.(ela)