BAKAR– Umat Katedral Tiga Raja mengambukan daun palma kering yang sudah diberkati tahun lalu dengan cara dibakar dalam sebuah wadah di pelataran Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Selasa (4/3/2025) (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Ratusan umat katolik mengikuti misa pembakaran daun palma kering yang sudah diberkati tahun lalu, untuk dibakar sampai menjadi abu, yang nantinya abu akan digunakan pada misa penerimaan abu sebagai tanda pertobatan.

Atau dimulainya masa tobat dengan puasa, pantang dan berderma.

Misa pembakaran daum palma di Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada Senin (4/3/2025) dipimipin langsung Pastor Amandus Rahadat, Pr. 

Prosesi awal pembakaran daun palma kering diadakan di depan Gereja  Katedral Tiga Raja, Timika.

Pastor Amandus Rahadat, Pr dalam mewartakan firman Tuhan melalui Injil Markus 10:28-31, menyerukan, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya. 

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu,”ungkapnya. 

Semetara dalam khotbahnya, Pastor Amandus Rahadat, Pr menegaskan bahwa semua orang bisa setia dalam kondisi apapun, tetapi tidak semua orang setia dalam kondisi kemalangan. 

“Setia kepada orang yang segar-bugar (suami-istri), tampan, kaya, dan lain-lain, semua orang bisa, tetapi setia disaat suami-istri terbaring karena sakit di tempat tidur yang tak tersembuhkan, dan orang miskin, ini tidak semua orang bisa. Itu fakta yang sering terjadi, karena terkadang suami dan istri saling meninggalkan satu sama lain,” tegasnya. 

Pastor Amandus menyebu pada saat Yesus berjaya, banyak orang termasuk murid-muridnya berjubel dan mengelilingi Yesus. 

“Tapi, disaat Yesus terpidana, semua orang lari, termasuk murid-muridnya. Itulah tragedi yang terjadi,” pungkasnya. (via)