Berita Timika

Merry Poungutan Terima Keluhan Warga Soal Air Bersih

MENYERAHKAN – Merry Pongutan, Anggota DPRD Mimika menyerahkan Sembako kepada konstituennya saat menggelar Reses Tahap II 2023 di Jalur 6, Kelurahan Wonosari Jaya, Kamis  (6/7). (FOTO: Indri/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Berbagai keluhan serta harapan akan perhatian serius dan lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kembali disampaikan waga Jalur 6 Ujung, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, saat Reses Tahap II yang dilakukan Merry Pongutan, Anggota DPRD Mimika, Kamis (6/7).

Salah satu usulan prioritas yang disampaikan konstituennya yang adalah warga eks Pasar Damai, adalah sarana air bersih.

“Kurang lebih 60 KK (Kepala Keluarga) mengeluh soal kebutuhan vital air bersih. Makanya saya langsung jawab dengan memberikan bantuan uang tunai untuk jangka pendek akan pemenuhan sarana air bersih”.

Demikian dikatakan Merry kerap ia disapa kepada wartawan, Kamis (6/7).

Usulan urgensi soal sarana air bersih, mengingat selama ini 60 KK di wilayah tersebut hanya memanfaatkan fasilitas sumur bor milik mushola meski tidak mencukupi.

“Makanya saya bantu uang tunai untuk lagi satu titik sumur bor,” ujarnya.

Dijelaskan pula, kesulitan mendapatkan akses transportasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih, karena warga eks Pasar Damai yang direlokasi itu, lokasinya jauh dari jalan raya.

“Memang memprihatinkan, sejak direlokasi, kebanyakan warga tidak lagi berjualan,apalagi kondis jalan di lokasi tersebut belum dibangun oleh pemerintah.

Warga juga butuh transportasi karena anak-anak sekolah mau ke SP 4 itu cukup jauh, apalagi tidak ada ojek karena kondisi jalan banyak yang rusak,” sebutnya.

Tidak hanya itu, warga eks Pasar Damai juga mempertanyakan sertifikat kepemilikan tanah.

“Warga sampaikan ke saya untuk fasilitasi mereka (warga-Red) bertemu dengan pihak Dinas Pertanahan dan Dinas Perumahan dan Pemukiman serta Bapenda. Ini karena pemerintah relokasi warga tanpa menyediakan fasilitas maupun sarana-prasarana secara memadai. Mirisnya lagi, Posyandu, juga pangkalan minyak tanah tidak ada. Mereka bikin rumah dari papan-papan dan seng-seng bekas. Kalau ada bantuan rumah semi permanen dari pemerintah, akan bagus untuk mereka,” ujarnya.

Setelah mendengar aspirasi konstituennya, Merry berharap dari banyaknya program pemerintah dapat terlaksana dan menyentuh lagsung masyarakat akan apa yang dibutuhkan. (ela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button