PENJELASAN MBG — Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan penjelasan mengenai penyesuaian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila sekolah diliburkan akibat kondisi udara yang buruk di Kabupaten Mimika.(FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui jalur sekolah di Kabupaten Mimika dapat dihentikan sementara apabila kegiatan belajar mengajar diliburkan akibat kondisi udara yang buruk.

Namun, program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita dipastikan tetap berjalan.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebijakan masing-masing satuan pendidikan di tengah kondisi pencemaran udara yang belum membaik.

Menurut Emanuel, imbauan Bupati Mimika terkait kondisi udara ditujukan secara menyeluruh.

Namun, keputusan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar diserahkan kepada masing-masing sekolah sesuai dengan kondisi di wilayahnya.

“Program MBG berjalan jika anak-anak aktif bersekolah. Apabila sekolah diliburkan sementara, maka pemberian makanan melalui jalur sekolah itu juga akan berhenti untuk sementara. Kita akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi ke depannya,” jelas Emanuel.

Meski penyaluran MBG melalui sekolah berpotensi terhenti sementara, ia menegaskan bahwa program bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, bantuan untuk kelompok tersebut melekat pada masing-masing penerima sehingga tidak bergantung pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Untuk program yang diperuntukkan ibu hamil dan ibu menyusui, program itu tetap berjalan. Bantuan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita sudah melekat pada masing-masing penerima, tidak bergantung pada keberadaan kegiatan di sekolah,” katanya.

Selain menyesuaikan pelaksanaan MBG dengan kondisi udara, Pemerintah Kabupaten Mimika juga terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan program pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai sasaran, termasuk menjajaki kemungkinan penambahan lokasi penerima manfaat.

Emanuel menyebutkan, program MBG untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau MBG 3B saat ini telah berjalan di empat distrik.

Namun, masih terdapat sejumlah posyandu yang belum menerima bantuan tersebut.

Untuk memperbaiki jangkauan program, pemerintah daerah berencana memanggil para kepala distrik guna mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat penyampaian informasi hingga tingkat kampung dan puskesmas.

“Kita perlu memetakan mana program yang berjalan, mana yang belum berjalan, serta bentuk dukungan dan keterlibatan puskesmas di masing-masing wilayah. Kadang informasi dari BGN juga belum tersampaikan dengan baik ke tingkat bawah,” lanjut Emanuel.

Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan pelaksanaan program gizi dengan kebijakan sekolah masing-masing.

Koordinasi dengan kepala distrik, puskesmas, dan kepala kampung juga akan diperkuat agar pelaksanaan program MBG dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran secara lebih merata. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP