TENDA – Warga Kampung Wakia yang mengungsi ke pesisir pantai akibat kerusuhan yang terjadi pada 28 Agustus 2024 lalu, masih tinggal di tenda-tenda darurat beratapkan terpal. (FOTO:IST/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kondisi warga Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, kini memprihatinkan pasca kerusuhan berujung aksi pembakaran sejumlah rumah warga di wilayah setempat pada 28 Agustus 2024 lalu.

Frederikus Warawarin, Kepala Kampung  Wakia, mengatakan meski situasi di Wakia sudah aman dan terkendali, namun warga penghuni kampung tersebut, masih memilih bertahan dan tinggal di tenda-tenda pengungsian di pesisir pantai.

“Masyarakat Wakia masih di lokasi pengungsian dan belum kembali karena rumah-rumah mereka yang dibakar belum diperbaiki,” terang Frederikus Warawarin kepada Timika eXpress via ponselnya, Kamis (3/10/2024).

Dikatakannya, sejak 30 September 2024 lalu, Frederikus bersama  Sekretaris Distrik Mimika Barat Tengah dan sejumlah warga telah meninjau rumah-rumah warga yang dibakar pasca kerusuhan akhir Agustus lalu.

“Kami dapati Kampung Wakia masih kosong dan warga yang mengungsi belum mau kembali dan bertahan di lokasi pengungsian,” ungkapnya.

Menurut Frederikus, kerusuhan hingga pembakaran rumah yang terjadi, itu menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Wakia, sebab mereka kehilangan tempat tinggalnya.

Pihaknya pun intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait lainnya guna menindaklanjuti agar insiden serupa tidak lagi terulang, dan warga yang mengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

“Memang kejadian ini sangat memprihatinkan, dan kami, pihak pemerintah kampung akan berusaha semaksimal mungkin mendukung warga, dan bekerjasama dengan aparat untuk menguak pelaku kerusuhan hingga aksi pembakaran. Yang pasti, keamanan dan keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Kampung Wakia, Kosmas Roy Taponamo  menambahkan, langkah-langkah pemulihan segera dilakukan, terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Beberapa rumah warga yang terbakar hingga kini masih dibiarkan dalam kondisi rusak parah, sehingga warga terpaksa mengungsi dan mencari lokasi yang lebih aman di pesisir pantai.

“Masyarakat harap agar pihak berwajib segera mengungkap pelaku dari insiden yang terjadi sehingga memberikan keadilan bagi warga Wakia selaku korban,” ujarnya.

Disamping itu, diharap adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat maupun kampung tempat tinggal mereka pasca insiden Agustus lalu.

“Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya menjaga keamanan dan solidaritas di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di dan terjadi di Wakia,” demikian Kosmas. (glt)