BARANG BUKTI – Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto didampingi pejabat utama Kogabwilhan III memperlihatkan sejumlah senjata api ilegal yang berhasil diamankan dalam operasi selama Semester I Tahun 2026 saat konferensi pers di Markas Kogabwilhan III, Mile 32, Timika, Senin (6/7/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mencatat sejumlah capaian dalam pelaksanaan operasi pengamanan selama Semester I Tahun 2026.

Dalam operasi yang digelar di wilayah darat, laut, dan udara, aparat berhasil menyita 47 pucuk senjata api ilegal, hampir 3.000 batang ganja, serta ratusan barang bukti lainnya.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan wilayah kerja Kogabwilhan III meliputi delapan provinsi, yakni Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, dan Maluku Utara.

Dalam konferensi pers di Markas Kogabwilhan III, Mile 32, Timika, Senin (6/7/2026), Lucky menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi terpadu yang dilakukan di jalur darat, laut, dan udara untuk menekan berbagai aktivitas ilegal.

Di sektor laut, Koarmada III berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi, BBM ilegal, satwa dilindungi, narkotika, hingga minuman keras yang masuk melalui jalur perairan.

“Selama Semester I 2026 kami berhasil mengungkap empat kasus penyelundupan senjata dan amunisi, dua kasus BBM ilegal, enam kasus penyelundupan satwa, lima kasus narkotika, dan 24 kasus peredaran minuman keras ilegal,” ujarnya.

Sementara di sektor udara, aparat berhasil menghalau sejumlah pelanggaran wilayah udara oleh pesawat yang terbang tanpa izin serta mengungkap 30 kasus peredaran ganja.

Pada operasi di wilayah perbatasan darat, Kogabwilhan III menemukan hampir 3.000 batang ganja yang diselundupkan dengan berbagai modus, mulai disembunyikan di dalam pakaian, sepatu, koper, kardus hingga karung.

Selain itu, aparat juga menyita 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin modifikasi yang dapat menggunakan amunisi tajam, sekitar 800 butir amunisi berbagai kaliber, sejumlah senjata tradisional, alat komunikasi, uang tunai sekitar Rp36 juta, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan kelompok bersenjata.

Lucky mengatakan penyelundupan senjata ilegal masih menjadi perhatian serius karena sebagian besar masuk melalui jalur laut.

Menurutnya, jenis senjata yang diamankan bukan merupakan persenjataan standar TNI sehingga diduga berasal dari jaringan penyelundupan dari luar maupun dalam negeri.

“Ini menjadi perhatian kami untuk terus memperketat penyekatan, sweeping, dan patroli agar senjata maupun amunisi tidak lagi masuk ke wilayah Papua. Satu butir amunisi saja bisa melukai bahkan menghilangkan nyawa masyarakat yang tidak bersalah,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kogabwilhan III akan terus meningkatkan patroli di wilayah darat, laut, dan udara, memperkuat deteksi dini, serta mempererat sinergi dengan berbagai instansi untuk menutup ruang gerak jaringan kriminal bersenjata.

Selain itu, pengamanan juga akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang belum memiliki pos aparat keamanan agar tidak dimanfaatkan sebagai basis kelompok bersenjata.

“Kami hadir untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, dan memastikan setiap jengkal wilayah Papua tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (via)