AKBP I Gede Putra (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Mimika, AKBP I Gede Putra, SIK membantah adanya penyanderaan oleh sekelompok masyarakat terhadap pendulang emas tradisional maupun operator excavator di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada 30 Maret 2024.
Menyoal ini, Kapolres Mimika mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel gabungan TNI dan Polri dan telah melakukan kros cek ke lokasi dimaksud.
“Saya tegaskan bahwa tidak ada penyenderaan terhadap warga termasuk operator excavator oleh KKB di Kampung Wakia seperti rekaman video yang tersebar di media social,” tegas Kapolres Mimika saat dikonfirmasi Timika eXpress pada Selasa (2/4/2024).
Dikatakan pula, personel TNI dan Polri sudah bertemu maupun berkomunikasi dengan warga maupun pendulang emas tradisional di Wakia.
“Kondisi di Kampung Wakia kondusif. Tidak ada penyanderaan warga maupun operator seperti video yang viral di media sosial, namun para pendulang sementara waktu kami arahkan untuk kembali ke Timika guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,”serunya.
Adapun personel gabungan TNI dan Polri pun telah meminta keterangan dari beberapa orang saksi terkait adanya kelompok masyarakat yang datang di Kampung Wakia.
“Beberapa orang saksi yang kita ambil keterangan menyatakan bahwa kelompok masyarakat yang datang berjumlah kurang lebih tujuh orang dengan membawa panah dan parang,” jelasnya.
Terhadap kelompok masyarakat yang datang ke lokasi pendulangan di Kampung Wakia pun masih didalami pihaknya.
Termasuk mendalami beredarnya video seorang pria memegang senjata api di lokasi pendulangan emas tradisional di Kampung Wakia.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut, salah seorang warga menyebut pendulang emas diperingati kelompok masyarakat yang menamakan diri Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Hal ini juga dianulir Kapolres Mimika, pasalnya dari beberapa sumber yang dimintai keterangan mengaku tidak melihat langsung adanya orang yang menenteng senjata api di lokasi pendulangan emas trandisional.
“Kalau bawa senjata api belum dapat dipastikan, tetapi ada kelompok bawa panah dan parang itu ada,” ungkapnya.
Untuk diketahui, lokasi pendulangan emas tradisional merupakan milik masyarakat adat Kampung Wakia, ini dijadikan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Kapolres Mimika pun menegaskan, terhadap oknum yang membuat dan menyebarkan video tersebut masih dalam penyelidikan.
“Oknum yang menyebarkan video ini akan kita minta pertanggungjawabannya,” demikian Kapolres I Gede. (vis/glt)













Tinggalkan Balasan